JAKARTA – Awal puasa bagi negara ASEAN, terutama yang masuk dalam MABIMS (Menteri Agama Brunei Darussalam, Indonesia, Malaysia, dan Singapura), ternyata beda sehari. Muslim di Brunei Darussalam, Malaysia dan Singapura, awal puasa jatuh pada 2 Maret 2025.
MABIMS sebenarnya merupakan forum komunikasi dan silaturahmi antar Menteri yang mengurusi agama di 4 negara. Masing-masing adalah Indonesia, Singapura, Malaysia dan Brunei Darussalam. Para menteri ini kerap melakukan kerja sama dalam berbagai bidang. Salah satunya adalah penetapan awal puasa bagi negara ASEAN.
Untuk memudahkan penetapan awal puasa di ASEAN, muncul kriteria tentang derajat ketinggian hilal dan sudut elongasinya. Yakni tinggi hilal minimal 3 derajat sedangkan derajat elongasi adalah 6,4.
Menteri Agama Nasarudin Umar memberikan penjelasan singkat tentang MABIMS tersebut. Menurutnya, ada semacam perhimpunan bagi menteri agama di negara ASEAN.
“Kita ada semacam himpunan kementerian agama di Asia Tenggara,” katanya.
Nasarudin Umar mengakui, awal puasa di negara ASEAN tahun ini berbeda. Hal ini muncul saat proses sidang isbat. Utusan dari negara tetangga memastikan, hilal belum terlihat di negara mereka. Akhirnya, para menteri agama MABIMS tahun ini beda pendapat dalam penetuan awal puasa di ASEAN.
Indonesia menetapkan, awal puasa pada 1 Maret. Sementara 3 negara lainnya memastikan, awal puasa pada 2 Maret.
“Kenapa kita lebih awal, karena perbedaan ketinggian hilal dan sudut elongasi yang berbeda. Meski Malayasia berdekatan dengan kita, Brunei berdekatan dengan kita, mereka belum menemukan hilal di sana,” terang Nasarudin Umar.
“Ini agak berbeda dengan Brunei Darussalam dan Singapura yang menyatakan bahwa, puasa mereka mulai pada tanggal 2 Maret (2025),” tegasnya. (*)






