News  

Balita Gizi Buruk Dilarikan ke RSUD. Terkena Flek Paru-paru

ilustrasi

CILACAP – Kasus balita penderita gizi buruk di Cilacap kembali mencuat. Bahkan anak tersebut sempat dilarikan ke RSUD Majenang karena mengalami sesak napas. Bayi itu berinisial A dan berumur 19 bulan.

Saat ini, pemerintah tengah gencar menangani bayi stunting dan menargetkan agar populasinya tidak lebih dari 40 persen secara nasional. Sementara Cilacap, menargetkan bisa 17 persen.

Namun ditengah gencarnya program tersebut, justru muncul kasus balita penderita gizi buruk. Bahkan balita ini kondisinya menurun hingga harus mendapatkan perawatan medis di RSUD Majenang.

Kepala Puskesmas Majenang 2, Nunung Tri Susilowati mengatakan, kondisi balita gizi buruk ini sudah terpantau sejak penimbangan serentak, setahun lalu. Setelah itu, pihaknya terus melakukan pemantauan dengan melibatkan bidan dan kader desa setempat.

“Sudah terpantau sejak pentak kemarin,” kata Nunung, Selasa (5/9/2023).

Dia menambahkan, kondisi balita tersebut memang ada ciri gizi buruk. Yakni dengan melihat indikasi berat badan yang jauh di bawah umur. Anak ini terlihat lebih kurus karena ada penyakit penyerta.

“Juga terpantau gizi kurang,” katanya.

“Jadi makanan yang masuk tidak bisa terserap untuk pertumbuhan. Tapi untuk melawan penyakit tersebut. Kalau dari tinggi badan per umur, kondisinya normal,” terangnya.

Nunung menambahkan, anak tersebut sempat mengalami gangguan pernapasan karena memang ada flek paru-paru. Hingga kemudian balita ini harus opname di RSUD selama beberapa hari.

Keputusan untuk merawat balita gizi buruk ini setelah ada pemeriksaan dari dokter spesialis anak di sana. Semula keluarga merasa kebaratan karena tidak punya BPJS. Namun pihaknya kemudian menjamin biaya perawatan menggunakan dana UPZ Baznas Majenang.

“Hari ini (Selasa) sudah pulang. Tapi tetap kita pantau,” tegasnya. (*)