BEKASI – Banjir di Kabupaten dan Kota Bekasi, mulai surut dan menyisakan tumpukan lumpur tebal. Puncak banjir terjadi pada Selasa (4/3/2025) dan Rabu (5/3/2025). Namun banjir belum sepenuhnya pergi, karena hanya bergeser ke wilayah hilir. Ini memaksa warga harus berjuang ekstra sambil bertahan dari terjangan banjir.
Banjir sempat membuat Kota Bekasi lumpuh karena menggenangi banyak fasilitas umum. Mulai dari sekolah, RSUD Bekasi, jalan protokol hingga komplek perumahan. Fasilitas umum lainnya seperti lapangan Stadion Patriot, mall dan sejumlah tempat ibadah. Banjir juga merusak infrastruktur seperti jalan dan jembatan yang putus total.
Banjir di wilayah Kota Bekasi ini, debit sangat tinggi dan sampai atap rumah warga. Warga lalu bertahan di lantai 2, atau di atap rumah. Sementara lantai dasar sudah tergenang air sepenuhnya.
Warga di Perumahan Pondok Gede (PGP) Jatirasa Jatiasih, banjir awal Maret ini mengingkatkan pada kejadian serupa, 4 tahun lalu. Komplek perumahan ini tergenang banjir pada 4 Maret dan memaksa penghuni untuk mencari tempat lebih tinggi.
Akun instagram @yu_lidya menyebut, banjir kali ini lebih tinggi dibandingkan 2020 lalu.
“Banjir 1 Jan 2020 terulang lagi 4.maret 2025 bahkan ketinggian air lebih tinggi,” katanya.
Dia mengaku tidak bisa berbuat banyak karena ketinggia air sampai 3 meter. Dia terpaksa mengungsi ke lokasi yang lebih tinggi dengan ikut tim penyelamat menggunakan perahu karet.
“Semoga semua di berikan kesehatan dan ketabahan serta keikhlasan Aamiin,” kata di unggahan tersebut.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bekasi sebelumnya menyebutkan, hujan deras yang turun sejak Senin (3/3/2025) malam menjadi pemicu banjir yang mengepung kota tersebut. Air hujan dengan durasi lama ini mebuat volume Kali Bekasi meluap dan menimbulkan banjir. (*)






