CILACAP – Banjir yang terjadi di Kabupaten Cilacap, sejak Selasa (11/11/2025) kian meluas. Lokasi bencana tersebut tidak hanya di Desa Sidamulya Kecamatan Wanareja. Namun sudah meluas ke wilayah lain, tepatnya Kecamatan Majenang.
Hujan deras sepanjang selama Sabtu (8/11/2025) dan Minggu (9/11/2025), mengakibatkan puluhan 21 rumah warga di Desa Sidamulya Kecamatan Wanareja tergenang banjir. Para korban terpaksa mengungsi ke rumah kerabat terdekat yang aman dari genangan.
Banjir terjadi akibat luapan Sungai Cikawung yang berada di sebelah perkampungan warga. Air mulai naik sejak Minggu malam hingga Senin (10/11/2025) pagi. Ketinggian air bahkan sempat menyentuh 1 meter lebih dan memaksa warga mengungsi.
Dan semenjak Selasa pagi, banjir di Cilacap meluas dan mulai menggenangi rumah warga di Desa Tarisi Kecamatan Wanareja. Puluhan warga terpaksa mengungsi tempat aman. Pemerintah Cilacap langsung mendirikan pos bencana, lokasi pengungsian dan dapur umum.
Selain itu, luapan Sungai Cikawung juga mengakibatkan 4 desa di Kecamatan Majenang mulai tergenang. Ke 4 desa tersebut adalah Padangsari, Mulyasari, Mulyadadi dan Pahonjean. Penyebabnya karena ada tanggul Sungai Cikawung yang jebol. Selain itu, Sungai Selokan 1 dan menggenangi 4 desa tersebut.
Kepala Pelaksana BPBD Cilacap, Taryo mengakui, banjir yang kian meluas ini sudah mengakibatkan tambahan pengungsi. Tepatnya warga Desa Mulyasari.
“Ada beberapa yang mulai mengungsi ke rumah kerabat,” katanya.
Dia berharap agar banjir di Majenang tidak sampai masuk ke rumah warga. Terlebih sudah ada upaya dari BBWS Citanduy untuk menutup tanggul jebol yang ada di Sungai Cikawung. Hingga Selasa sore, alat berat terus bekerja keras agar bisa secepatnya menutup tanggul yang jebol.
Kepala Desa Mulyasari, Tohari menyebut, mengakibatkan ancaman kerugian terhadap petani yang tengah musim panen.
“Sekarang musim panen hingga banjir bisa meruak hasil panen,” katanya.
Sampai Selasa petang, hujan deras masih terus mengguyur tersebut. BPBD Cilacap meminta warga untuk terus waspada, termasuk mengantisipasi jika banjir meluas dan tidak hanya di 2 kecamatan tersebut. (*)






