News  

Banjir Jakarta Mulai Surut, BPBD Catat Enam Jalan Masih Tergenang

Meski sudah surut, banjir di Jakarta masih genangai 6 ruas jalan. Juga sejumlah kelurahan di Jakarta Barat dan Utara. (doc/instagram)

JAKARTA – Banjir Jakarta mulai surut di sejumlah wilayah ibu kota. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta mencatat, hingga Selasa (13/1/2026) pagi, genangan air ada. Tepatnya di 28 rukun tetangga (RT) dan enam ruas jalan.

Kepala Pusat Data dan Informasi Kebencanaan BPBD DKI Jakarta Mohamad Yohan mengatakan, ketinggian air berkisar antara 10 hingga 60 sentimeter.

“Semalam genangan sempat meluas hingga 63 RT sekitar pukul 21.00 WIB. Namun hingga pagi ini terus berkurang dan kini tinggal 28 RT yang masih tergenang,” ujar Yohan, Selasa (13/1/2026).

Selain itu, BPBD DKI Jakarta menyebut genangan 10 hingga 40 cm masih terlihat di 6 ruas jalan di Jakarta Utara.

Untuk mempercepat penanganan, BPBD DKI Jakarta mengerahkan personel ke lapangan guna memantau kondisi wilayah terdampak. BPBD juga berkoordinasi dengan Dinas Sumber Daya Air, Dinas Bina Marga, serta Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan.

Seluruh petugas melakukan penyedotan air dan memastikan saluran drainase berfungsi optimal. Hal ini agar banjir di Jakarta bisa lebih cepat surut.

“Kami terus berupaya agar genangan bisa segera surut dengan memastikan sistem drainase dan tali-tali air bekerja dengan baik,” kata Yohan.

Wilayah Tergenang

Meski sebagian banjir sudah surut, namun masih ada sejumlah titik genangan air di wilayah Jakarta. BPBD Jakarta mencatat, genangan ini tersebar di sejumlah lokasi.

Di Jakarta Barat, banjir masih menggenangi sembilan RT. Genangan tersebut berada di Kelurahan Tegal Alur sebanyak lima RT dengan ketinggian air 30 hingga 35 cm. Demikian juga di Kelurahan Kedoya Selatan sebanyak empat RT dengan ketinggian sekitar 30 sentimeter.

Sementara itu, di Jakarta Utara, banjir masih menggenangi 19 RT yang tersebar di delapan kelurahan. Yakni Cilincing, Kalibaru, Semper Barat, Sukapura, Lagoa, Kebon Bawang, Tanjung Priok, dan Warakas. BPBD menyebut curah hujan tinggi menjadi penyebab utama genangan dengan ketinggian air antara 10 hingga 60 sentimeter.

BPBD DKI Jakarta juga mencatat enam ruas jalan yang masih terendam. Tepatnya Jalan Swasembada Raya di Kebon Bawang, Jalan Kampung Bahari di Tanjung Priok, Jalan Gunung Sahari di depan Lantamal. Juga ruas RE Martadinata depan Stasiun Ancol, Jalan Syech Nawawi Al Bantani di Semper Barat, serta Jalan Muara Baru di kawasan Pluit Sea View. (*)