News  

Bayi Lahir di Tanggal Cantik

Komisaris RSU Duta Mulya, dr Tatang Mulyana SPOG (tengah) bersama Direktur RSU Duta Mulya, drg Dewi Marhaeny memberikan hadiah kepada ibu yang melahirkan bayi tepat di tanggal 2-2-2022. (haryadi nuryadin/bercahayanews.com)

CILACAP – Bayi lucu berjenis kelamin laki-laki, lahir tepat di tanggal cantik. Tepatnya pada Rabu (2/2/2022) pukul 05.50. Bayi lucu ini lahir melalui proses operasi pembedahan di RSU Duta Mulya, Majenang. Manajemen Duta Mulya memberikan bingkisan kepada keluarga Wasmen.

Ibu bayi tersebut adalah Wasmen (27), warga Desa Dusun Ciakar Desa Pangadegang Kecamatan Cilacap. Sementara suaminya adalah Casman (30). Bayi dalam kondisi sehat dan sudah berada satu ruangan dengan ibu kandungan sejak Rabu siang.

Wasmen mengatakan, dirinya mulai merasakan gejala seperti akan melahirkan pada Selasa (1/2/2022) petang. Dia lalu dibawa ke bidan desa. Namun menjelang petang, proses persalingan tidak mengalami kemajuan.

“Hanya pembukaan satu hingga dirujuk ke rumah sakit,” ujar Wasmen.

Dia mengatakan, tenaga medis melakukan beberapa upaya agar bayi bisa lahir secara normal. Namun sampai Rabu dini hari, tidak banyak perubahan.

Hingga tim medis di RSU Duta Mulya memutuskan persalinan harus melalui proses pembedahan. Bayi lucu tersebut kemudian lahir pukul 05.50.

Dia mengaku sama sekali tidak menyangka kalau bayi ini yang juga anak pertamanya lahir pada tanggal cantik. Apalagi dia sudah harus berusaha keras sejak Selasa sore di tempat bidan desa sebelum akhirnya di bawa ke RSU Duta Mulya.

“Ga nyangka karena HPL (Hari Perkiraan Lahir) 30 Januari,” katanya.

Namun demikian, dia mengaku senang dengan kelahiran anak pertamanya dalam kondisi sehat.

“Senang, sudah melanhirkan anak dan sehat. Ga kepikiran ini tanggal cantik,” kata dia.

Direktur RSU Duta Mulya, drg Dewi Marhaeny mengatakan, keputusan melakukan operasi pembedahan atas pertimbangan medis. Ini dengan melihat sang ibu mengalami gagal kontraksi.

“Keputusan operasi murni karena pertimbangan medis. Bukan permintaan keluarga,” kata dia. (*)