BBM Langka di Flores Sebabkan Antrean Panjang di SPBU Ende dan Nagekeo

ilustrasi

FLORES – Antrean panjang kendaraan terjadi di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di wilayah tengah Pulau Flores, khususnya di Kabupaten Ende dan Kabupaten Nagekeo, Provinsi Nusa Tenggara Timur, dalam beberapa hari terakhir. Kondisi ini muncul akibat BBM langka di Flores yang mengganggu aktivitas warga.

Warga Mbay, Kabupaten Nagekeo, Yoakim, mengaku harus mengantre selama tiga hari untuk mendapatkan Pertalite. Dua hari sebelumnya, ia menunggu dari pagi hingga malam tanpa hasil.

“Kami berharap pemerintah segera mengatasi masalah BBM langka di Flores ini,” ujar Yoakim.

PT Pertamina (Persero) menjelaskan, BBM langka di Flores terjadi karena kapal tanker pengangkut BBM ke Fuel Terminal Ende mengalami kerusakan. Gangguan ini membuat jadwal distribusi ke SPBU di Kabupaten Ende dan sekitarnya terganggu.

“Terjadi kerusakan pada kapal tanker yang menyuplai BBM ke Fuel Terminal Ende, sehingga stok di beberapa SPBU kosong. Kami mohon maaf atas ketidaknyamanan ini,” kata Ahad Rahedi, Area Manager Communication, Relation & CSR Regional Jatimbalinus Pertamina Patra Niaga.

Sebagai langkah darurat, Pertamina mengirim kapal tambahan yang membawa 1.000 kilo liter Pertalite dan 100 kilo liter Biosolar. Distribusi BBM juga diperluas melalui Fuel Terminal Maumere dan Fuel Terminal Reo untuk mempercepat pasokan ke Ende. Waktu operasional pengiriman pun diperpanjang.

Rahedi memastikan bahwa distribusi BBM pada Minggu pagi sudah mulai normal kembali. Ia mengimbau warga untuk membeli BBM sesuai kebutuhan agar distribusi merata.

“Kami mengapresiasi kesabaran masyarakat dalam menghadapi situasi BBM langka di Flores ini,” tutupnya. (*)