News  

Beda dengan Menteri Amran, Presiden Prabowo Setuju Ekspor Beras

Presiden saat menerbangkan drone untuk tanam padi. Presiden Prabowo setuju jika Indonesia bisa ekspor beras. (doc/kementan)

JAKARTA – Presiden Prabowo setuju ekspor beras karena produksi pertanian terus meningkat. Dengan begitu, stok beras sudah sangat melimpah dan mampu mencukupi kebutuhan dalam negeri. Hal ini berbeda dengan sikap Menteri Pertanian, Amran Sulaiman terkait ekspor beras.

Menteri Pertanian dan Keterjaminan Makanan Malaysia, Datuk Seri Mohammad bin Sabu, berkunjung ke Indonesia. Agenda utama adalah bertemu dengan Menteri Pertanian, Amran Sulaiman dan membahas kerja sama kedua negara di sektor pertanian pangan.

Datuk Seri Mohammad kepada media mengaku, tidak menutup kemungkinan Malaysia mengajukan agar Prabowo bisa setuju atas usulan ekspor beras ke negeri jiran.

Namun, Menteri Amran dengan lugas menolak kemungkinan tersebut. Dia menegaskan, pemerintah belum bisa memenuhi permintaan impor beras dari Malaysia.

Presiden Prabowo setuju agar ada ekspor beras ke luar negeri. Hal ini dia paparakan saat Peluncuran Program Gerakan Indonesia Menanam (Gerina) di Kabupaten Banyuasin, Provinsi Sumatra Selatan.

Dia beralasan, hasil produksi pertanian dalam empat bulan terakhir terus melonjak signifikan. Hingga beberapa negara meminta bantuan pangan dari Indonesia.

“Beberapa negara minta agar kita kirim beras ke mereka, saya izinkan dan saya perintahkan kirim beras ke mereka dan kalau perlu atas dasar kemanusiaan,” katanya.

Presiden menekankan bahwa bantuan tersebut akan tetap memperhitungkan biaya produksi, distribusi, dan administrasi. Namun, tetap dilandasi oleh semangat solidaritas dan tanggung jawab global.

“Kita jangan terlalu cari untung besar, yang penting ongkos produksi plus angkutan plus administrasi kembali. Kita buktikan bangsa Indonesia sekarang menjadi bangsa bukan bangsa yang minta-minta, tapi bangsa yang bisa membantu dan memberi bangsa lain,” tambahnya.

Sebagai bagian dari program besar ini, pemerintah juga mendorong pembangunan gudang dan pendingin hasil panen di setiap desa. Juga menyiapkan serta memberikan truk pengangkut agar hasil pertanian tidak terbuang sia-sia.

“Sekarang tiap desa akan punya gudang. Tiap desa akan punya kamar pendingin. Hasil apapun akan aman sampai dia mampu menjual. Dan tiap kooperasi akan kita beri truk,” tegasnya. (*)