PAPUA – Dalam sepekan terakhir, BMKG mencatat hujan sangat lebat hingga ekstrem (>150 mm/hari) di Ambon, Maluku, dan Timika, Papua Tengah pada 15–18 Agustus 2025. Curah hujan tertinggi mencapai 358,3 mm/hari di Ambon dan 142 mm/hari di Timika. BMKG juga mencatat hujan lebat di Sulawesi Tenggara pada 17 Agustus 2025, tercatat 123 mm/hari, meskipun sebagian wilayah sudah memasuki Musim Kemarau.
Meski sebagian wilayah Indonesia memasuki Musim Kemarau, BMKG memprediksi hujan ringan hingga sedang masih berpotensi terjadi di wilayah barat dan tengah. Hujan sedang hingga lebat berpotensi terjadi di wilayah timur karena aktivitas Madden-Julian Oscillation (MJO) fase 3 mendorong pertumbuhan awan hujan, sementara gelombang Mixed-Rossby Gravity, Gelombang Kelvin, dan anomali Outgoing Longwave Radiation (OLR) negatif memperkuat pembentukan awan.
Faktor-faktor tersebut meningkatkan curah hujan meskipun sebagian besar wilayah berada dalam periode Musim Kemarau. BMKG mengimbau masyarakat tetap waspada terhadap potensi banjir, tanah longsor, genangan, dan gangguan transportasi darat, laut, maupun udara. BMKG meminta masyarakat aktif memantau informasi cuaca, menjaga kebersihan lingkungan, dan menyiapkan langkah antisipatif terhadap perubahan cuaca mendadak.
Dinamika Atmosfer Sepekan ke Depan Saat Musim Kemarau
BMKG memprediksi pembentukan awan hujan signifikan di sejumlah wilayah dalam sepekan mendatang. Indeks Dipole Mode -0,91 menunjukkan aliran massa udara signifikan dari Samudra Hindia timur ke Indonesia bagian barat. Para ahli memperkirakan MJO fase 3 akan menguat dan bergeser ke fase 4 memasuki wilayah Indonesia. Gelombang tropis seperti Kelvin, Rossby Ekuator, dan Mixed Rossby-Gravity aktif di Sumatra, Kalimantan timur, Sulawesi, Maluku, dan Papua, mendorong pembentukan awan hujan meskipun sebagian wilayah berada pada Musim Kemarau. Sirkulasi siklonik di Samudra Pasifik utara Papua Barat memperkuat zona konvergensi yang membentang luas, menambah potensi pertumbuhan awan hujan.
BMKG meminta masyarakat memantau hujan sedang hingga lebat yang mungkin disertai kilat/petir, angin kencang, dan gelombang laut tinggi selama Musim Kemarau.
Prospek Cuaca Sepekan ke Depan Saat Musim Kemarau
Periode 22–24 Agustus 2025
BMKG memprediksi cuaca berawan hingga hujan ringan. Hujan sedang mungkin terjadi di Aceh, Sumatera Utara, Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Bengkulu, Lampung, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Sulawesi, Maluku, Papua Barat, dan Papua, walaupun sebagian wilayah memasuki Musim Kemarau. Hujan lebat yang disertai kilat/petir dan angin kencang dapat terjadi di Kep. Bangka Belitung, Kalimantan Barat, Maluku Utara, Maluku, Papua Barat Daya, Papua Pegunungan, dan Papua Selatan.
Periode 25–28 Agustus 2025
Cuaca umumnya cerah berawan hingga hujan ringan. BMKG memperkirakan hujan sedang di Sumatera Utara, Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Kep. Bangka Belitung, Bengkulu, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, NTB, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Sulawesi, Maluku, Papua Barat, Papua Tengah, dan Papua, meski sebagian wilayah berada di Musim Kemarau. Hujan lebat dapat terjadi di Jawa Barat, Papua Pegunungan, dan Papua Selatan, serta angin kencang di Aceh, NTT, Sulawesi Selatan, Maluku, dan Papua Selatan.
Imbauan BMKG Selama Musim Kemarau
BMKG mengimbau masyarakat:
- Waspada hujan lebat yang disertai angin kencang dan petir.
- Menjauhi wilayah terbuka saat hujan petir, pohon, bangunan, dan infrastruktur rapuh saat angin kencang.
- Tetap gunakan tabir surya dan cukupi cairan tubuh karena terik dapat terjadi sewaktu-waktu selama Musim Kemarau.
- Siap menghadapi bencana hidrometeorologi seperti banjir, banjir bandang, dan tanah longsor kapan saja.
Masyarakat diminta tetap tenang, siaga, dan memahami langkah evakuasi bila diperlukan. BMKG akan memperbarui informasi sesuai perkembangan cuaca terbaru. (*)






