News  

BNPB Beberkan 44 Pelaku Karhutla Riau, Tegaskan Ulah Manusia Jadi Pemicu Utama

Petugas BPB Kabupaten Lima Puluh Kota, Sumatera Barat, beruapa memadamkan kebakaran lahan dan hutan. BNPB memastikan 44 orang menjadi tersangka karhutla di Riau. (doc/bnpb)

PEKANBARU – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengungkap 44 pelaku kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Provinsi Riau sepanjang Januari hingga Juli 2025. Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto menyampaikan hal itu dalam Rapat Koordinasi di Pekanbaru, Selasa (22/7), menyusul meningkatnya jumlah titik api dan kualitas udara yang memburuk akibat ulah pembakar lahan.

“Ini bukan karena panas semata. Ini karena dibakar,” tegas Suharyanto dalam pernyataannya.

Ia menegaskan pola kebakaran serupa terus berulang setiap tahun. Hingga hal ini tak bisa lagi masuk kateogor sebagai bencana alam semata. Namun karhutla di Riau melibatkan orang atau pihak tertentu, termasuk 44 pelaku tersebut.

Sepanjang tujuh bulan terakhir, BNPB sudah menanggani 35 kejadian karhutla di berbagai daerah. Termasuk karhutla di Riau, sekaligus mengamankan 44 orang pelaku. Mereka kini sudah berstatus sebagai tersangka dan tengah menjalani proses penyidikan di kepolisian.

BNPB bersama aparat gabungan memperkuat penegakan hukum terhadap siapa pun yang terbukti membuka lahan dengan cara membakar. Suharyanto juga memperingatkan bahwa pembakaran lahan merupakan tindak pidana yang dapat berujung pidana penjara.

“Sudah saatnya hentikan pembakaran sebagai metode membuka lahan. Siapa pun yang terbukti melakukannya, akan berhadapan dengan hukum,” tegasnya.

Sementara itu, proses pemadaman karhutla di Riau menggunakan metode dari udara. Yakni menyebarkan air melalui helikopter atau dengan metode “water bombing”. Cara ini mempermudah petugas karena pemadaman melalui darat sangat sulit. (*)