News  

BNPB Pastikan Wali Kota Sibolga Selamat Usai Hilang Kontak dan Terjebak Banjir Longsor

Wali Kota Sibolga, Akhmad Syukri Nazri Penarik. Wali Kota Sibolga sempat hilang kontak dan dipastikan kondisinya selamat meski mengalami kelelahan akibat berjalan kaki selama 4 hari. (doc/instagram)

MEDAN – BNPB memastikan berhasil menemukan Wali Kota Sibolga yang sempat hilang. Petugas menemukannya dalam keadaan selamat setelah terjebak empat hari di kawasan longsor dan banjir yang melanda Kota Sibolga dan Kabupaten Tapanuli Tengah.

Wali Kota Sibolga, Akhmad Syukri Nazri Penarik, hilang kontak sejak Selasa, 25 November 2025. Petugas lalu menyebutnya sebagai korban hilang. Namun kemudian, dia berhasil ditemukan dalam kondisi selamat.

Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto menyampaikan hal ini konferensi pers penanganan bencana di Sumatra Utara, Aceh, dan Sumatra Barat. Ia menegaskan, pihaknya sudah berkomunikasi langsung dengan Akhmad Syukri.

“Kami sudah berkomunikasi langsung dengan Pak Wali Kota Sibolga. Beliau tampak kelelahan, tetapi wajahnya segar dan kondisinya stabil,” ujar Suharyanto.

Dalam laporannya, Wali Kota Akhmad mengisahkan bahwa ia terperangkap di jalur yang tertimbun longsor di rute Sibolga–Tarutung. Material longsor menutup akses jalan sehingga memaksanya berjalan kaki selama empat hari untuk mencari bantuan.

“Beliau mengatakan, ‘Saya jalan kaki, Pak, empat hari.’ Lokasi longsoran itu yang kini sedang kami buka dan bisa segera dilalui,” jelas Suharyanto.

Selama perjalanan, Wali Kota Akhmad menembus medan berat berupa tanah longsor, reruntuhan, dan genangan banjir. Komunikasi dengannya sempat terputus total hingga akhirnya ia berhasil menghubungi tim pencarian.

BNPB memastikan kondisi kesehatannya stabil meski mengalami kelelahan berat. Ia saat ini beristirahat dan akan kembali mengikuti agenda peninjauan di Sibolga.

“Beliau sehat walafiat, hanya lelah setelah perjalanan panjang. Besok rencananya kami bertemu saat peninjauan ke Sibolga,” kata Suharyanto.

Penemuan Wali Kota Akhmad yang sempat hilang kontak, memberikan rasa lega bagi masyarakat Sibolga dan tim gabungan yang telah melakukan pencarian sejak beberapa hari terakhir. Akses yang mulai terbuka bisa mempercepat operasi penanganan darurat di wilayah terdampak longsor dan banjir tersebut. (*)