News  

BNPB Tegaskan Banjir Sumut–Aceh–Sumbar Belum Penuhi Kriteria Status Bencana Nasional

Tim SAR saat mengevakuasi korban banjir di Sumatera. BNBP menyebut status banjir longsor di Sumatera bukan bencana nasional. (doc/bnpb)

JAKARTA – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menjelaskan alasan banjir yang melanda Sumatra Utara (Sumut), Aceh, dan Sumatra Barat (Sumbar) belum ditetapkan sebagai status bencana nasional. BNPB menegaskan pemerintah hanya menetapkan status bencana nasional dalam kondisi tertentu. Salah satunya yakni skala dampak serta tingkat kesulitan penanganan.

Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto mengatakan, sepanjang sejarah baru dua kali menetapkan status bencana nasional, yaitu tsunami Aceh 2004 dan pandemi Covid-19. Di luar itu, bencana besar lain tidak masuk kategori tersebut.

“Status bencana nasional yang pernah ada di Indonesia itu hanya Covid-19 dan Tsunami 2004. Setelah itu banyak bencana besar terjadi seperti gempa Palu, gempa NTB, serta gempa Cianjur, tetapi tidak masuk kategori bencana nasional,” kata Suharyanto Minggu (30/11/2025).

Suharyanto menyatakan pemerintah mempertimbangkan tingkat keparahan bencana, jumlah korban, serta hambatan akses menuju wilayah terdampak sebelum menetapkan status bencana nasional. Ia mengakui kondisi yang tersebar di media sosial tampak mencekam, namun pengecekan lapangan menunjukkan situasi lebih terkendali.

Ia menilai penanganan banjir di tiga provinsi masih dapat dilakukan di tingkat daerah dengan dukungan penuh pemerintah pusat. Karena itu, pemerintah tetap mempertahankan status bencana sebagai bencana daerah tingkat provinsi.

“Di Sumatera Utara, misalnya, yang kini menjadi perhatian serius hanya Tapanuli Tengah. Daerah lain relatif lebih terkendali. Jadi untuk saat ini statusnya masih bencana daerah tingkat provinsi,” ujarnya.

Meski tidak berstatus bencana nasional, Suharyanto memastikan pemerintah pusat tetap memberikan dukungan penuh melalui BNPB, TNI, Polri, dan kementerian terkait. Pemerintah bergerak cepat untuk membantu penanganan di wilayah terdampak.

“Kami pastikan pemerintah segera mengatasi bencana ini,” katanya.

BNPB juga memastikan stok pangan di wilayah bencana dalam kondisi aman untuk sepekan ke depan. Beberapa titik sudah dipersiapkan menjadi lokasi penyimpanan logistik. Dari titik ini, bantuan akan lebih cepat mengalir ke wilayah terdampak.

“Logistik makanan untuk masyarakat terdampak masih tersedia untuk satu minggu ke depan,” ujar Suharyanto. (*)