CILACAP – Kepala Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan (BP Taskin), Budiman Sujatimiko mendorong Cilacap dengan agar investasi kewirausahaan untuk atasi masalah kemiskinan. Sekaligus untuk mendukung percepatan pengentasan kemiskinan. Masuknya investasi kewirausahaan ini diarahkan bagi para nelayan, petani dan birokrasi.
Hal ini dia sampaikan saat audiensi dan silaturahmi dengan Bupati Syamsul Auliya Rachman dan Wakil Bupati Ammy Amalia, Rabu (16/4/2025) malam. Agenda ini juga melibatkan Kepala Dinas dan berlangsung di ruang Gadri Pendopo Wijayakusuma Cakti.
Agenda ini sekaligus menjadi momentum strategis penyelarasan langkah pusat dan daerah dalam penanggulangan kemiskinan. Khususnya untuk wilayah Kabupaten Cilacap.
“Kita bicara kemiskinan dan juga investasi untuk menciptakan lapangan kerja. Yang paling penting menurut saya dalam pengentasan kemiskinan di Cilacap adalah mendorong kewirausahan di kalangan petani, nelayan dan birokrasi,” kata Budiman Sudjatmiko.
Pihaknya juga telah membentuk tim percepatan pengentasan kemiskinan di Cilacap. Nantinya pihak dari BP Taskin akan memberikan pengawalan.
“Saya berharap Cilacap akan menjadi kota industri yang kuat di Jawa Tengah dan kita juga bantu juga untuk investasi untuk mengentaskan kemiskinan. Jadi kita sepakat untuk membuat tim, dan kami dari BP Taskin akan membersamai, agar investasi investasi bisa menyasar di kantong kemiskinan di Cilacap,” ujarnya.
Bupati Cilacap, Syamsul Auliya Rachman, menyatakan optimisme terhadap sinergi yang tengah dibangun dengan Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan.
“Kami berharap, kehadiran Budiman Sudjatmiko dan tim dapat mendatangkan investor, khususnya yang padat modal dan padat karya. Karena hanya dengan menciptakan lapangan kerja yang luas, kemiskinan bisa kita tekan,” ujarnya.
Berdasarkan data tahun 2024, angka kemiskinan Cilacap sangat tinggi dan melebihi rata-rata nasional. Yakni mencapai 10,68 persen dari total 2.059.748 jiwa. Dan ada sebanyak 21.790 jiwa yang masuk kategori miskin ekstrem. (*)






