CILACAP – Sejumlah berita hoax alias kabar burung, beredar liar di dunia maya dan media sosial selama kasus perundungan siswa SMP di Cilacap dalam penanganan. Tentu saja, kabar ini tidak bisa dipertanggungjawabkan kebenarannya. Dari beberapa kabar hoax tersebut, sangat menyudutkan korban atau pelaku.
Pertama dan sangat menggegerkan tentu berita hoax tentang kondisi korban perundungan siswa SMP di Cilacap. Beredar kabar kalau korban meninggal dunia, sehari setelah kasus ini viral di media sosial.
Entah siapa yang pertama kali menyebarkan berita ini. Namun kabar segera tersiar dan dalam hitungan menit. Dalam hitungan menit, netize ikut menyebarkan dan mempercayainya. Belakangan kemudian, petugas kepolisian membantah kabar ini dengan membuat video klarifikasi.
Berita hoax yang masuk daftar berikutnya adalah kabar penjemputan sejumlah anak yang terlibat kasus perundungan siswa SMP di Cilacap. Kabar ini beredar pada Jumat (27/9/2023) dan memperlihatkan ada petugas menggiring sejumlah anak remaja keluar dari gedung menuju mobil polisi.
Memang tidak ada klarifikasi dari petugas. Namun sumber bercahayanews.com memastikan, petugas tidak mungkin melakukan pejemputan seperti ini. Yakni adanya kerumunan ketika kasus ini tengah mendapatkan sorotan.
Perlu diketahui, pada hari itu juga ada kunjungan dari Komisioner KPAI bersama sejumlah pejabat penting. Hingga petugas tidak mungkin melakukan penjemputan seperti itu.
Jika dilihat lebih detail, seragam anak remaja ini nampak berbeda. Pada rejama di video ini, nampak warna biru tua meski ada aksen kotak-kotak. Dan celana panjang warna biru tua.
Sementara seragam pelaku dan korban perundungan bermotif lebih muda, kotak-kotak dan nampak ada garis putih. Untuk celana panjang berwarna putih dan terlihat jelas di video viral perundungan siswa SMP di Cilacap.
Berita hoax terakhir yakni akun milik Barisan Siswa. Polresta Cilacap dalam unggahan di akun instagram @humaspolrestacilacap memastikan, akun ini fake alias palsu. (*)






