News  

Desa Rantau Panjang Terisolasi Akibat Jalan Tertimbun Longsor dan Lumpur

ilustrasi

LINGGA – Kondisi Desa Rantau Panjang Kecamatan Lingga Utara di Kepulauan Riau masih terisolasi. Pasalnya, akses menuju desa ini terputus setelah jalan tertimbun longsor dan kubangan lumpur yang memenuhi badan jalan akibat curah hujan tinggi. Derasnya aliran air dari kawasan pegunungan memperparah kondisi jalan tanah liat tersebut. Akibatnya, tak ada satupun kendaraan yang mampu melintasi jalan tersebut dan membuat Desa Rantau Panjang masih terisolasi.

Hujan deras selama beberapa pekan menyebabkan sejumlah ruas jalan tertutup lumpur tebal dan genangan air. Warga yang hendak menuju Ibu Kota Daik Lingga terpaksa melintasi jalan yang tertimbun lumpur dari tanah longsor akibat kuatnya arus air dari pegunungan.

Kepala Desa Rantau Panjang, Rio Diary Pratama mengeluhkan kondisi desa ini yang masih terisolasi. Terlebih, jalan yang tertutup longsor ini menjadi akses utama warga menuju pusat kecamatan. Dan akses darat sepanjang enam kilometer ini mulai berfungsi sejak 2014 yang minim perawatan.

“Dari total enam kilometer itu, satu kilometer sempat dilakukan pengerasan oleh Pemerintah Provinsi Kepri pada 2023. Tetapi sampai sekarang kondisinya masih sangat memprihatinkan,” ujar Rio.

Rio menambahkan, peningkatan akses jalan sangat penting bagi warga.

“Warga sangat membutuhkan jalan ke Daik Lingga. Baik untuk melanjutkan perekonomian maupun berobat,” katanya.

Buruknya kondisi jalan membuat masyarakat kembali bergantung pada jalur laut untuk memenuhi kebutuhan harian.

“Warga Rantau Panjang saat ini masih harus memakai jalur laut untuk belanja dan berobat ke Kelurahan Pancur,” tambah Rio. (*)