News  

Dinas Kirim Sampel Makanan ke Semarang untuk Pastikan Penyebab Keracunan

Salah satu warga mengendong anak di teras Puskesmas Cimanggu 1, Jumat (13/10/2023). Dinas Kesehatan Cilacap kirim sampel makanan ke Semarang untuk mengetahui penyebab warga alami keracunan. (haryadi nuryadin/bercahayanews.com)

CILACAP – Dinas Kesehatan Kabupaten Cilacap, kirimkan sampel makanan ke Semarang untuk pastikan penyebab 41 orang alami keracunan. Sampel ini sebelumnya sudah mereka ambil dari rumah tempat hajatan di Desa Cisalak Kecamatan Cimanggu, Cilacap.

Sejumlah warga di Cilacap, terpaksa harus mendapatkan perawatan medis akibat keracunan massal usai santap makanan dan nasi kotak dari hajatan. Total ada 41 orang yang mengalami keracunan makanan dari tempat hajatan.

Kejadian bermula saat salah satu warga Desa Cisalak Kecamatan Cimanggu, Cilacap mengirimkan nasi kotak ke kerabat dan teman kerja, Selasa (10/10/2023) siang sekitar pukul 13.00. Kiriman ini sebagai bentuk ucapan rasa syukur atas pernikahan Maman dan Nursinah, warga Desa Cisalak. Nasi kotak ini juga dikirim ke teman kerja korban di SPBU Cimanggu.

Usai menyantap nasi kotak ini, sejumlah karyawan SPBU mulai mengeluhkan pusing dan mual. Demikian juga dengan kerabat dan sejumlah tetangga Nursinah di Desa Cisalak.

Kabid P2 Dinas Kesehatan Kabupaten Cilacap, Kuswantoro mengatakan, pihaknya sudah menyiapkan kotak pendingin untuk menyimpan sampel tersebut. Nanti sampel ini akan dikirim ke laboratorium di Semarang untuk mengetahui penyebab warga alami keracunan makanan.

“Kita siapkan kontainer dingin. Sampel kita bawa ke Semarang untuk tes laboratorium,” katanya, Jumat (13/10/2023).

Dia menambahkan, penyebab keracunan makanan bisa dari beberapa faktor. Mulai dari bakteri atau kimia. Dia menduga, penyebab warga mengalami keracunan makanan karena faktor adanya bakteri ekoli. Bakteri ini kemudian membuat warga mengeluhkan mual, sakit perut hingga BAB berlebih.

“Dari tes lab ini kita bisa ketahui penyebabnya. Apakah dari faktor kimia atau bakteriologi,” katanya.

Pihaknya akan menunggu proses pemeriksaan di laboratorium tersebut. Biasanya, hasil pemeriksaan baru akan keluar setelah 1 minggu.

“Biasanya satu minggu baru keluar,” katanya. (*)