News  

Eks Barisan Siswa Terus Dipantau

Petugas Polresta Cilacap saat memberikan bimbingan kepada siswa SMP di Cimanggu. Kepala SMP Cimanggu, Wuri Handayani pastikan sekolah terus memantau eks anggota Barisan Siswa yang sempat terlibat dalam aksi perundungan. (haryadi nuryadin/bercahayanews.com)

CILACAP – Eks anggota Barisan Siswa di SMP Cimanggu, terus dipantau oleh seluruh guru di sekolah tersebut. Targetnya adalah membina sekaligus mencegah mereka membentuk kelompok serupa.

Barisan Siswa, menjadi kelompok yang teridentifikasi petugas dan ada keterlibatan sebagai pelaku perundungan yang viral pada September 2023. 2 anggota kelompok ini sekarang berstatus sebagai tersangka dan terancam hukuman kurungan 7 tahun penjara. Kedua orang ini menganiaya dan mem-bully korban berinisial FF.

Polresta Cilacap lalu membubarkan keberadaan mereka. Petugas sejak awal berhasil mengidentifikasi mereka pasca perundungan viral. Setidaknya ada 30 anak yang tergabung dalam kelompok itu.

Kapolresta Cilacap, Kombes Pol Fannky Ani Sugiharto memastikan, Barisan Siswa sudah dibubarkan. Petugas mengambil langkah tegas dan memberikan bimbingan pada.

“Barisan Siswa, kelompok yang terlibat bersama pelaku perundungan sudah kita bubarkan,” kata Kapolresta.

Kepala SMP Cimanggu, Wuri Handayani mengatakan, pihaknya terus memantau tiap anak yang sempat tergabung kelompok yang juga dikenal dengan istilah Basis.

“Kita pantau terus,” katanya, Senin (10/10/2023).

Dia mengatakan, untuk sementara mereka sudah kembali belajar bersama siswa lainnya. Sebagian tidak menampakkan tanda-tanda sebagai eks Barisan Siswa. Atau kecenderungan untuk bertindak menjurus ke arah kekerasan.

“Harapan kita tentu mereka tidak membentuk kelompok serupa,” katanya.

Dan untuk mencegah perilaku tersebut, sekolah melakukan deklarasi Sekolah Anti Bullying dengan melibatkan seluruh pihak. Mulai dari Kecamatan, Polsek dan Koramil Cimanggu. Demikian juga dengan orang tua murid dan warga desa terdekat.

“Tadi sudah ada deklarasi bersama,” katanya.

Dia berharap, agar keluarga ikut memantau perkembangan dan pergaulan anak masing-masing. Termasuk ikut aktif dalam mendidik anak-anak.

“Peran keluarga tetap penting dalam mendidik anak. Kalau di sekolah kan hanya berapa jam saja,” tegasnya. (*)