NTT – Erupsi Gunung Lewotobi kembali mengguncang Flores Timur, NTT, pada Minggu malam (17/8) hingga Senin pagi (18/8). Erupsi Gunung memuntahkan kolom abu setinggi 4 kilometer ke udara pada pagi hari.
Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, menegaskan bahwa sejak 16 Agustus, pihaknya menaikkan status erupsi Gunung menjadi level IV atau awas.
Abdul Muhari menjelaskan bahwa Pos Pengamatan mencatat erupsi Gunung pada Senin (18/8/2025) pukul 09.11 WITA dengan kolom abu setinggi 4 ribu meter.
Petugas Pos Pengamatan melaporkan bahwa erupsi Gunung Lewotobi memunculkan kolom abu berwarna kelabu dengan intensitas tebal.
Selain itu, erupsi Gunung menggerakkan abu ke arah barat dan barat laut dengan kekuatan seismik 44 milimeter selama 167 detik.
BNPB mengimbau masyarakat agar menghindari radius 6 kilometer dari pusat erupsi Gunung Lewotobi.
Selain itu, BNPB meminta warga tetap tenang dan mematuhi arahan pemerintah terkait ancaman erupsi Gunung.
BNPB juga mengingatkan masyarakat terdampak abu agar menggunakan masker demi melindungi diri dari bahaya erupsi Gunung terhadap sistem pernapasan.
Karena aktivitasnya masih tinggi, erupsi Gunung Lewotobi bisa kembali terjadi sewaktu-waktu dan memerlukan kewaspadaan bersama. (*)






