News  

Gegara Bakar Sampah, Rumah Nyaris Ludes

Kondisi rumah warga Kecamatan Adipala, Cilacap usai terbakar. Api muncul karena korban bakar sampah dan ditinggal pergi. (doc)

CILACAP – Gegara bakar sampah membuat rumah warga nyaris ludes tak tersisa. Beruntung, api hanya menghanguskan bagian dapur saja dan melahap seluruh isinya.

Kebiasan membakar sampah sudah menjadi kebiasaan warga desa. Mereka memanfaatkan musim kemarau untuk mengurangi sampah domestik dari rumah tangga. Ataupun sisa-sisa barang yang tidak terpakai lagi. Ini mereka lakukan karena keterbatasan sarana pembuangan sampah.

Hanya saja, kebiasaan ini ada resiko karena lokasinya selalu berdekatan dengan rumah. Apalagi sampai aktifitas ini tidak dipantau sampai sampah habis terbakar api.

Seperti yang terjadi di Desa Penggalang, Kecamatan Adipala. Gegara bakar sampah, rumah Ahmad Maksudi rusak di bagian dapur.

Kejadian bermula saat Senin (21/8/2023) pagi dia bakar sampah di belakang rumah. Dia lalu pergi begitu saja karena mengira api sudah padam. Namun menjelang tengah hari, tetangga melihat ada kepulan asap hitam pekat membumbung tinggi dari rumahnya.

Saksi ini lalu melihat dari dekat sumber api dan terkejut karena sudah membakar sebagian rumah Ahmad Maksudi. Saksi lalu berteriak histeris dan mengabarkan ada kebakaran. Teriakan ini mengundang perhatian warga lainnya dan segera melakukan pemadaman secara mandiri. Api kemudian padam dan tidak merambat ke bagian tengah rumah tersebut.

Kepala UPT Pemadam Kebakaran Cilacap, Supriyadi memastikan sumber api terjadi karena pemilik rumah bakar sampah.

“Hanya saja pemilik rumah justru pergi saat api masih membakar sampah,” katanya.

Akibat kejadian ini, dapur rumah Ahmad Maksudi ludes beserta peralatan rumah tangga. Korban mengalami kerugian Rp 5 juta meski tidak ada korban jiwa.

“Korban jiwa nihil. Hanya kerugian materi,” katanya.

Dia berharap agar warga bisa tetap berhati-hati ketika melakukan aktifitas bakar sampah di lingkungan masing-masing. Apalagi jika lokasinya berdekatan dengan rumah atau bahan mudah terbakar lainnya. Warga harus tetap mengawasi api. Apalagi saat seperti sekarang ini ketika kemarau, udara kering dan tiupan angin yang akan membuat api mudah membesar.

“Pastikan api sudah padam kalau mau pergi,” katanya. (*)