News  

Gempa Guncang Cilacap 2 Kali

Foto unggahan di akun instagram @BMKG Cilacap tentang gempa pada Selasa (16/8/2022) siang. Sepanjang Selasa, ada 2 gempa guncang Cilacap. (doc)

CILACAP – Gempa guncang pesisir selatan Kabupaten Cilacap, Selasa (16/8/2022) sebanyak 2 kali. BMKG memastikan tidak ada ancaman tsunami pasca kejadian tersebut.

Dari akun instagram @BMKGCilacap, ada 2 kali kejadian gempa dan guncang pesisir selatan Cilacap. Gempa pertama terjadi pukul 09.09.34 dengan kekuatan 2,6 M. Lokasi gempa berada di di 80 km tenggara Cilacap dengan kedalaman emncaapi 35 KM.

“Info Gempa Mag:2.6 SR, 16-Aug-22 09:09:34 WIB, Lok:8.41 LS,109.24 BT (80 km Tenggara CILACAP-JATENG), Kedlmn:35 Km ::BMKG-BJI,” demikian unggah BMKG di akun instagram @BMKGCilacap.

Selang 3 jam kemudian, gempa ke dua terjadi. Tepatnya pukul 12.04.10. Lokasinya lebih dekat ke bibir pantai Cilacap dan berjarak 68 KM di sisi tenggara kota pelabuhan selatan Jawa itu.

Hanya saja, kekuatan gempa ini sedikit lebih kecil yakni 2,6 M namun dengan kedalaman nyaris sama yakni 35 KM di bawah permukaan laut.

“Info Gempa Mag:2.9 SR, 16-Agu-22 12:04:10 WIB, Lok:8.34 LS,109.06 BT (68 km Tenggara CILACAP-JATENG), Kedlmn:30 Km ::BMKG-PGR VII,” demikian bunyi kalimat unggahan informasi gempa kedua di akun yang sama.

BMKG memastikan gempa ini tidak membawa ancaman berupa tsunami.

“Tidak Berpotensi Tsunami,” tegas BMKG.

Rentetan 2 guncangan gempa di Cilacap ini mempertegas kerawanan gempa di selatan Jawa. Wilayah ini merupakan pertemuan lempeng Samudra Hindia dan Eurasia.

Karena itu, BMKG juga menyebut adanya ancaman gempa megathrust berdasarkan analisa dan memunculkan skenario terburuk. Ini dengan menghitung jika terjadi gempa di zona pusat tumbukan antar 2 lempeng. Yakni terjadinya gempa dengan kekuatan 8,7 magnitudo serta munculnya tsunami.

Kepala BMKG, Dwikornita Karnawati mengatakan, ancaman gempa megathrust sangat nyata dan bukan bualan semata apalagi hanya ramalan. Namun sudah ada kajian dan analisa dari pakar gempa.

“Ini bukan prediksi, bukan ramalan. Jadi belum tentu terjadi. Tapi ini hasil analisa pakar gempa tsunami dengan memperhitungkan kemungkinan terburuk,” ujar Dwikornita usai Sekolah Lapangan Gempabumi di Cilacap, Rabu (27/7/2022). (*)