Memperkuat Masyarakat Pasca Pandemi dengan Gotong Royong

Anggota DPR RI Fraksi Golkar, Teti Rohatiningsih saat menggelar Sosialisasi 4 Pilar di Cilacap, Minggu (25/9/2022). Teti menilai gotong royong jadi penguat masyarakat hadapi pandemi Covid19. (doc)

CILACAP – Selama masa pandemi Covid19, gotong royong justru tetap ada dan jadi penguat masyarakat saat menghadapi berbagai kesulitan. Tiap individu maupun kelompok memberikan dukungan bagi para korban, pemerintah maupun tenaga medis yang bertugas di berbagai lokasi.

Anggota Fraksi Golkar dari Dapil VIII, Teti Rohatiningsih membeberkan kekuatan gotong royong yang jadi penguat masyarakat.

Hal ini dia sampaikan saat sosialisasi 4 Pilar di Balai Kampung Desa Bulupayung Kecamatan Patimuan, Minggu (25/9/2022). Teti dalam kesempatan ini membedah Gotong Royong Membangun Masyarakat di Saat Pandemi. Kegiatan sosialisasi 4 Pilar ini melibatkan sekitar 150 Cilacap.

Menurut Teti, orang cenderung memikirkan diri sendiri saat situasi sulit. Dan mereka jarang memperhatikan kesulitan orang lain. Justru saat pandemi lalu, gotong royong jadi penguat masyarakat.

“Orang dalam masa-masa sulit itu biasanya cenderung mementingkan dirinya sendiri. Tidak peduli dengan orang lain. Ini adalah semangat individualistik. Padahal kalau sesuatu dikerjakan bersama, bebannya menjadi lebih ringan”, ujar Teti.

Ketika awal pandemi, banyak komunitas masyarakat yang lahir untuk membantu sesama. Penggalangan dukungan di berbagai media oleh banyak komunitas. Hingga kemudian muncul banyak UMKM yang membantu ekonomi keluarga, lahir dengan semangat saling peduli.

“Semangat gotong royong yang telah kita lakukan tidak boleh berhenti. Karena gotong royong yang telah kita lakukan bersama-sama sangat membantu kesulitan masyarakat yang terdampak Covid19,” kata dia.

Karena itu dia meminta agar gotong royong tidak berhenti. Namun tetap lestari karena sudah menjadi roh masyarakat Indonesia.

“Ini sudah sangat sesuai dengan 4 Pilar kebangsaan, yaitu Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika,” ujar Teti.

Teti lalu mengutip pidato Soekarno pada 1 Juni 1945 yang menegaskan bahwa gotong royong merupakan saripati Pancasila.

“Jikalau saya peras yang lima menjadi tiga, dan yang tiga menjadi satu, maka dapatlah saya satu perkataan Indonesia yang tulen, yaitu perkataan “gotong royong”. Negara Indonesia yang kita dirikan adalah negara gotong royong,” tegasnya. (*)