Bekasi, Jawa Barat – Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, menunjukkan komitmennya terhadap perlindungan warga yang rentan dengan turun langsung menjemput Meilani, seorang perempuan lanjut usia yang menjadi korban kekerasan oleh anak kandungnya sendiri. Kejadian tragis ini sempat viral di media sosial dan mengundang perhatian publik secara luas.
Dalam penjemputan yang dilakukan pada Senin (tanggal menyesuaikan), Gubernur Dedi Mulyadi mendatangi rumah Meilani di Bekasi dengan didampingi oleh tim dari Dinas Sosial Provinsi Jawa Barat dan tenaga medis. Meilani, yang terlihat lemah dan masih mengalami trauma, disambut dengan penuh empati dan pelukan hangat dari Gubernur.
“Sebagai pemimpin daerah, saya merasa bertanggung jawab untuk hadir langsung dan memastikan bahwa Bu Meilani mendapatkan perlindungan dan bantuan yang layak. Ini bukan hanya soal perlindungan hukum, tapi juga pemulihan psikologis dan kemanusiaan,” ujar Dedi Mulyadi kepada awak media.
Pemerintah Provinsi Jawa Barat, menurut Dedi, akan menempatkan Meilani di tempat yang aman serta memberikan pendampingan psikologis, layanan kesehatan, dan dukungan kebutuhan dasar sehari-hari. Selain itu, tim hukum juga akan mendampingi proses pelaporan dan penegakan hukum terhadap pelaku kekerasan.
Rekaman video penjemputan ini pun tersebar luas di media sosial dan mendapat banyak komentar positif dari warganet. Banyak yang mengapresiasi sikap cepat dan peduli dari Gubernur Dedi, yang tidak hanya bicara di media, tapi juga hadir langsung di tengah masyarakat yang membutuhkan bantuan.
Kasus Meilani menjadi simbol keprihatinan atas kekerasan dalam rumah tangga yang masih marak, termasuk terhadap para lansia. Banyak kalangan menilai perlu adanya penguatan sistem perlindungan sosial bagi kelompok rentan, serta peningkatan kesadaran masyarakat agar kekerasan domestik tidak lagi dianggap sebagai urusan pribadi yang ditutupi.
Dedi Mulyadi juga mengajak masyarakat untuk lebih peduli terhadap lingkungan sekitar.
“Kalau ada yang melihat kekerasan, sekecil apa pun, jangan diam. Laporkan. Kita semua punya peran melindungi satu sama lain,” tambahnya.
Dengan tindakan nyata seperti ini, Pemerintah Provinsi Jawa Barat berharap dapat menciptakan lingkungan yang lebih aman, humanis, dan penuh empati bagi seluruh warganya — terutama mereka yang paling rentan dan terpinggirkan.
Untuk informasi terkini dan laporan lanjutan, kunjungi:
👉 https://www.bercahayanews.com






