CILACAP – Untuk pertama kali, prosesi sedekah laut di Cilacap lebih meriah dengan adanya gunungan yang terbuat dari hasil bumi. Gunungan tersebut menjadi rebutan warga saat jolen dilarung ke laut lepas di Pantai Teluk Penyu, Jumat (28/7/2023).
Prosesi sedekah laut di Cilacap identik dengan melarung jolen. Tahun ini ada 9 jolen dan salah satunya jolen unggul atau utama. Jolen ini diarah mulai dari pendopo Kabupaten Cilacap menuju Teluk Penyu dengan jalan kaki sejauh kurang lebih 3 KM. Iring-iringan jolen melibatkan 9 kelompok nelayan di Cilacap.
Di barisan belakang ada beberapa pejabat terkait. Untuk tahun ini, ada 7 gunungan yang mengiringi 9 jolen dalam proses jalan kaki tersebut. Sementara Pj Bupati Cilacap, Yunita Diah Suminar naik delman hias.
Kepala Dinas Pemuda Olah Raga dan Pariwisata Kabupaten Cilacap, Paiman mengatakan, gunungan di sedekah laut ini menjadi yang pertama.
“Baru tahun ini. Ini yang pertama kali,” katanya.
Dia mengatakan, gunungan ini menjadi simbol memadukan sedekah bumi dengan sedekah laut. Selain itu, sebagai bentuk ajakan agar masyarakat nelayan tidak hanya mengkonsumsi ikan. Namun juga ada sayuran sebagai sumber protein dan vitamin.
“Filosofinya biar sempurna. Tidak hanya makan ikan saja, tapi syuran,” kata Paiman.
Dia menambahkan, gunungan tersebut merupakan sumbangan dari Polresta Cilacap yang ingin menambah suasana meriah pada prosesi sedekah laut tahun ini.
“Ini sumbangan dan partisipasi dari Polresta Cilacap,”
Dia menjelaskan, Kamis (27/7/2023) malam, nelayan sudah mengawali dengan tirakatan di pendopo kabupaten. Siang usai melarung jolen, ada ruwatan dan pagelaran wayang pada Jumat malam.
“Jadi hari ini masyarakat menggelar pesta rakyat. Semuanya digelar mandiri oleh masing-masing kelompok nelayan,” tegasnya. (*)






