News  

Gus Miftah Bakal Hadir di Majenang

Gus Miftah bakal hadir dan memberikan tauziah di alun-alun Majenang pada Jumat (12/8/2022) malam di alun-alun Majenang. Panitia sudah mendirikan panggung dan tenda khusus di lokasi kegiatan. (doc)

CILACAP – Miftah Maulana Habiburrahman atau lebih terkenal dengan Gus Miftah, bakal hadir dan isi pengajian di alun-alun Majenang, Cilacap, Jumat (12/8/2022). Kehadiran pimpinan ponpes Ora Aji di Sleman ini atas undangan Panitia HUT RI Kabupaten Cilacap.

Kehadiran mubaligh kondang tanah air ini sudah jauh hari dipersiapkan panitia. Informasi yang ada menyebutkan, panitia sudah jauh hari mengajukan permintaan mengundang ke pihak Gus Miftah.

Dalam sejumlah penampilannya, dia selalu mengenakan blankon, bukan kopiah layaknya ulama lain di tanah air. Selain itu, gaya bicaranya juga lugas dan sering melontarkan lelucon yang mengundang tawa banyak orang.

Saat ini, panitia sudah mendirikan panggung dan tenda khusus di komplek alun-alun Majenang. Panggung tersebut cukup besar untuk menampung pejabat khusus, ulama dan tentu saja, Gus Miftah. Sejumlah banner berukuran besar juga sudah terpasang di lokasi.

Panitia juga sudah menggelar persiapan lainnya. Termasuk menggelar rapat koordinasi yang melibatkan dinas terkait. Tujuannya agar acara bisa berjalan dari berbagai sisi. Mulai keamanan pejabat, lokasi parkir, tempat transit dan lainnya.

Termasuk rekayasa lalu lintas karena alun-alun Majenang berada di tepi jalan selatan nasional. Kendaraan dari arah barat dan timur kemungkinan besar akan dialihkan melalui jalur alternatif. Yakni jalur lingkar utara dan selatan.

Camat Majenang, Aji Pramono memastikan panitia HUT RI Kabupaten Cilacap sudah mempersiapkan acara tersebut.

“Pengajian ini hajatnya (panitia HUT RI tingkat) kabupaten. Gus Miftah bakal hadir ke Majenang untuk pengajian,” kata dia.

Selain pengajian, panitia HUT RI tingkat kabupaten maupun kecamatan sudah mempersiapkan sejumlah acara untuk memeriahkan Hari Kemerdekaan. Sejumlah kecamatan menggagas lomba dan acara yang bisa melibatkan warga secara masif. (*)