CILACAP – Menghadapi pemilu serentak pada 2024, seluruh parpol di Cilacap terima bantuan keuangan dari APBD. Total nilai bantuan keuangan ini mencapai Rp Total sebanyak 2.918.784.000 (2,9 miliar) untuk 9 parpol yang memiliki kursi di DPRD Cilacap. Besaran bantuan keuangan untuk tiap partai ini berbeda, tergantung jumlah suara yang mereka peroleh pada pemilu 2019 lalu.
Bagi parpol, bantuan keuangan ini tentu menjadi bekal tersendiri dalam menghadapi pertarungan pada pemilu 2024 mendatang. Dana ini untuk berbagai kegiatan, termasuk operasional Dewan Pimpinan Cabang (DPC) yang ada di tingkat kabupaten.
Secara rinci untuk masing-masing parpol mulai dari PDI Perjuangan menerima Rp 589.386.000, DPD Partai Golkar Rp 512.736.000, PKB sebesar Rp 407.004.000, Partai Gerindra Rp 394.098.000, PPP Rp 241.278.000, PAN Rp 227.136.000, PKS Rp 190.854.000, Partai Demokrat Rp179.802.000 dan Partai Nasdem sebesar Rp 176.490.000.
Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Cilacap, Taryo mengatakan, anggaran untuk bantuan bagi ini sesuai dengan perolehan suara sah masing- masing parpol pada pemilu 2019. Pada tahun 2019, total suara sah sebanyak 972.928 suara.
“Pencairan bantuan keuangan tahun 2023 kepada sebanyak 9 parpol. Sudah kita lakukan 31 Mei 2023. Lebih cepat dibandingkan tahun 2022 yang dicairkan pada bulan Juni,” katanya, Rabu (31/5/2023).
Pj Bupati Cilacap, Yunita Diah Suminar berharap agar bantuan ini bisa memberikan pendidikan politik bagi masyarakat. Yakni memberikan pemahaman kalau Indonesia menerapkan sistem demokrasi untuk mensejahterakan masyarakat.
“Demokrasi ini sebagai salah satu jalan untuk mensejahterakan rakyat. Maka harus masyarakat harus memilih cara yang baik, harus santun. Partai juga harus bisa adu gagasan, ide baik hingga masyarakat bisa memilih secara objektif,” terangnya.
Dia juga berharap parpol bisa tidak melakukan black campaigne yang justru menjadi tindakan terbalik dari demokrasi. Namun harus mampu memberikan gambaran jelas tentang visi misi partai, road map yang bisa menarik dukungan masyarakat.
“Nah nanti kan pemilu serentak. Saya berharap tidak ada konflik horizontal,” tegasnya. (*)






