JAKARTA – Ketua Umum PSSI, Erick Thohir tengah berupaya menghindari resiko besar dengan lebih menunjuk Penasehat Teknik untuk cari Direktur Teknik. Penilaian ini karena PSSI tengah membangun pondasi sepak bola dengan filosofi yang tepat. Hingga pemilihan Direktur Teknik juga harus orang yang tepat.
Nama Jordi Cruyff jadi trending usai masuk ke jajaran Timnas Indonesia dengan menjadi penasehat teknik. Tugas pertamanya adalah mencari calon direktur teknik.
Ketua Umum PSSI, Erick Thohir memastikan keterlibatan Jordi Cruyff sebagai technical advisor, Selasa (25/2/2025).
Pengamatan sepak bola, Justinus Lhaksana memberikan ulasannya di kanal youtube pribadinya. Menurutnya, langkah Ketum PSSI ini semula sulit dipahami. Apalagi, sosok penasehat teknik punya nama besar yakni Jordi Cruyff.
“Jordi ini sosok dengan jam terbang tinggi. Terakhir jadi Direktur Teknis FC Barcelona,” katanya.
“Yang kita butuhkan memang bukan direktur teknik yang hebat, tapi dia technical advisor untuk mencari direktur teknik yang cocok,” terangnya.
Tugas utama dari Jordi, katanya adalah memberikan masukan pada sosok direktur teknik. Tentu saja berhubungan dengan pondasi sepak bola Indonesia, yang menurutnya akan meniru filosofi Total Football.
Namun untuk bisa ke sana, butuh proses panjang dengan membuat pondasi yang benar. Hal ini bisa terjadi jika ada sosok yang tepat.
“Ini proses dan hasilnya belum akan terlihat dalam 5 sampai 10. Yang penting sekarang, bangun pondasi kuat. Sehingga saat siapapun jadi ketua (PSSI) dan pelatih (Timnas), ini akan dijalankan,” terangnya lagi.
Coach Justin melihat, pemain berbakat di Indonesia sangat banyak. Namun, PR juga sangat melimpah hingga butuh tim dan networking kuat agar bisa mengatasinya.
Hingga dia sepakat dengan penunjukkan Jordi Cruyff sebagai penasehat teknik.
“Ini good step karena PR memang besar. Dan akan beresiko jika langsung tunjuk direktur teknik (meski punya nama) yang besar,” tegasnya. (*)






