News  

Hujan Tak Hentikan Gladi Bersih Pelantikan Kepala Daerah

Tangkapan layar dari video di WAG. Hujan sempat mengguyur Jakarta, saat kepala daerah mengikuti gladi bersih pelantikan, Rabu (19/2/2025). (doc)

JAKARTA – Hujan mengguyur Ibu Kota Jakarta saat seluruh kepala daerah mengikuti gladi bersih pelantikan, Rabu (19/2/2025) pagi. Tentu saja, para peserta harus rela berbasah kuyup karena gladi bersih pelantikan kepala daerah, digelar di luar ruangan.

Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Tito Karnavian, memastikan, rencana pelantikan kepala daerah pada 20 Februari 2025. Atau, berubah dari jadwal sebelumnya yakni pada 6 Februari. Ini terkait dengan keputusan MK untuk melakukan percepatan pembacaaan keputusan atas sengketa pilkada.

Kepala daerah terlantik besok sebanyak 505 orang dari seluruh Indonesia. Dan dari Jawa Tengah, ada 27 orang kepala daerah dan salah satunya yakni Bupati Cilacap, Syamsul Auliya Rachman.

Beredar video melalui pesan WAG, seluruh kepala daerah tengah mengikuti gladi bersih pelantikan. Mereka kompak menggenakan baju putih lengang panjang dan celana hitam. Bagi perempuan, mereka menggenakan penutup kepala berwarna putih atau hitam. Seluruh peserta tengah berlatih membentuk formasi sebelum pelantikan oleh Presiden Prabowo.

Hujan turun yang menguyur lokasi, tidak membuat prosesi ini berhenti. Namun panitia terus menjalakan agenda gladi bersih tersebut.

Nampak Bupati Cilacap, Syamsul Auliya Rachman berada di tengah-tengah barisan. Dia harus rela basah kuyup ketika mengikuti gladi bersih pelantikan kepala daerah.

Formasi berawal dari barisan secara kompak berjalan. Lalu berhenti dan semua orang mengatur posisi masing-masing di dalam barisan tersebut.

Syamsul, saat barisan berhenti harus memperbaiki posisi. Dia juga nampak pindah posisi ke kiri, untuk kemudian seluruh barisan berjalan kembali.

Terdengar suara pria yang memanggil namanya. Lalu ada perintah dari petugas untuk meminta warga mundur dan memberikan ruang bagi peserta gladi bersih.

Bagi Syamsul Auliya Rachman, baris berbaris tentu bukan perkara sulit karena punya latar belakang alumni STPDN. Sekolah ini memang menerapkan disiplin tinggi bagi semua siswanya. Termasuk dalam hal baris berbaris yang sudah menjadi menu santapan tiap hari. (*)