JAKARTA – Manusia modern menjadikan media sosial sebagai bagian penting dalam kehidupan sehari-hari. Banyak orang secara sadar dan sengaja membagikan berbagai momen hidup mereka, mulai dari urusan pribadi, pekerjaan, hingga hal-hal sepele. Di tengah aktivitas ini, sebagian orang justru memamerkan harta mereka dengan bangga, sehingga memunculkan pertanyaan tentang hukumnya dalam Islam.
Allah Swt secara tegas melarang manusia memamerkan harta dengan sikap sombong. Dalam Al-Qur’an, Allah mengingatkan agar manusia tidak berjalan dengan angkuh dan tidak membanggakan diri. Ayat tersebut secara jelas mencela orang-orang yang suka pamer harta dan berperilaku tinggi hati.
Rasulullah SAW juga secara langsung melarang umatnya memamerkan harta hanya karena ingin terlihat mewah. Beliau mengingatkan bahwa memakai pakaian bagus bukan masalah, tetapi jika disertai dengan kesombongan, maka Allah tidak akan memasukkan orang itu ke dalam surga. Hadis ini menegaskan bahwa pamer harta dapat mengandung unsur kesombongan yang membahayakan.
Bahaya Pamer Harta Dan Beramal
Para ulama, seperti Syekh Sulaiman Al-Bujairimi, menjelaskan bahaya pamer harta dalam amal. Mereka menegaskan bahwa jika seseorang memperlihatkan amal atau kekayaannya untuk tujuan duniawi, maka Allah akan menolak amal tersebut. Dengan kata lain, siapa pun yang memamerkan harta saat beramal telah kehilangan nilai pahala dari amalnya.
Imam Nawawi dalam kitab Naṣā’iḥul ‘Ibād mengingatkan dampak buruk dari pamer harta. Beliau menyebut orang yang membanggakan kekayaan sebagai orang yang rentan mengalami kerusakan jiwa dan moral. Dalam pandangannya, manusia bisa jatuh ke dalam kehancuran karena memamerkan harta dengan penuh kebanggaan.
Rasulullah SAW dalam hadisnya yang diriwayatkan Abu Hurairah menyebut pamer harta sebagai perusak jiwa. Beliau menyebutkan bahwa membanggakan diri, termasuk karena kekayaan, bisa membawa seseorang kepada kehancuran. Dengan demikian, orang yang terus memamerkan harta perlu mengevaluasi diri agar tidak terjerumus ke dalam kebinasaan spiritual.
Kesimpulannya, banyak orang yang memamerkan harta di media sosial tanpa menyadari dampak buruknya. Islam mengajarkan agar umatnya hidup sederhana, rendah hati, dan menjauhi sikap pamer. Maka, siapa pun yang suka pamer harta perlu berhenti dan mengganti kebiasaannya dengan sikap tawadhu. Wallahu a’lam. (*)






