News  

Huntara Mirip Rumah di Tempat Wisata

Huntara di Desa Karanggintung Kecamatan Gandrungmangu, Cilacap mirip yang ada di tempat wisata. Saat ini huntara masih dalam proses pengerjaan. (haryadi nuryadin/bercahayanews.com)

CILACAP – Konsep rumah hunian sementara atau huntara bagi korban bencana di Desa Karanggintung Kecamatan Gandrungmangu, Cilacap, mirip tempat wisata. Atap rumah ini runcing dan hampir menyentuh tanah. Huntara ini akan memiliki kamar di bawah atap untuk anak-anak.

Bencana tanah bergerak di Desa Karanggintung terjadi 2 kali. Pertama pada 16 April 2021. Namun hanya kecil dan warga menggap ini sebagai kejadian biasa. Dan selang beberapa kemudian, muncul retakan kembali dan lebih lebar. Yakni sekitar 25 cm kedalaman 3 M dan membuat rusak pemukiman.

Menyusul kejadian serupa pada 19 Mei 2021 dan 3 rumah warga rusak berat, 2 rusak sedang dan 4 rusak ringan.

Pj Bupati Cilacap, Yunita Dyah Suminar saat melihat lokasi ini memastikan, huntara yang mirip rumah di tempat wisata akan membuat korban lebih nyaman.

“Ini konsep yang tidak ada di tempat lain. Agar masyarakat korban bencana lebih merasa nyaman,” kata dia, Senin (19/12/2022).

Dia merinci, bangunan huntara yang mirip di tempat wisata memiliki luas 25 meter persegi. Artinya huntara tersebut lebih luas dari pada tipe Rumah Sangat Sederhana (RSS) yang hanya 21 meter persegi. Di bagian dalam akan ada 2 kamar, dapur plus kamar anak di bagian atas.

“Lebih gede dari RSS karena luasnya 25 (meter persegi). Yakni 5 kali 5 meter,” kata dia.

Pembangunan huntara yang mirip di tempat wisata ini melibatkan seluruh pihak. Mulai dari BPBD sebagai perwakilan pemerintah kabupaten, pengusaha dengan program CSR serta keterlibatan dunia pendidikan. Demikian juga dengan keterlibatan warga, relawan dan media.

“Jadi huntara ini kita bangun dengan semangat gotong royong penta helix,” katanya.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Cilacap, Wijonardi mengatakan, ada 24 huntara di Desa Karanggintung. Ini sesuai dengan keluarga korban pergerakan tanah di sana. Juga ada fasilitas umum berupa mushola dan MCK.

“Pembangunan akan selesai dalam satu setengah bulan,” tegasnya. (*)