CILACAP – Motif pengeroyokan oleh genk motor yang mengakibatkan 1 orang meninggal dunia di Cilacap, ternyata bermula dari saling mengejek di media sosial. Hingga salah satu pihak merasa tidak terima dan melakukan aksi pengeroyokan kepada korban berinisial RA.
Genk motor di Cilacap lakukan tindak kekerasan dengan keroyok salah satu warga setempat. Korban akhirnya meninggal dunia dan mayatnya dibuang di Kelurahan Tritih, Cilacap. Warga lalu menemukan tubuh korban pada Sabtu (24/6/2023) pagi.
Kapolresta Cilacap Kombes Pol Fannky Ani Sugiharto, motif pengeroyokan oleh genk motor ini bermula dari masalah kecil. Yakni saling mengejek di media sosial. Saling mengejek ini terjadi antara korban berinisial RA dengan 4 pelaku. Hingga kemudian terjadi pengeroyokan yang melibatkan anak genk motor dan membuat korban meninggal dunia.
RA mengalami luka tusuk yang parah di beberapa bagian tubuhnya. Seperti 2 luka tusuk di dada sebelah kiri, di pantat dan luka robek di bawah mata kanan.
“Kejadian tragis ini berawal dari adanya saling ejek di media sosial antara korban dengan 4 pelaku,” katanya.
Pasca pengeroyokan oleh genk motor dengan motif terpicu ejekan itu, Polisi sudah menetapkan 11 tersangka. Masing-masing memiliki peran berbeda. 4 orang menjadi tersangka karena melakukan pengeroyokan kepada korban. Sisanya sebanyak 7 anak genk motor, menjadi tersangka karena kedapatan memiliki senjata tajam.
Petugas merinci, pelaku adalah AJP (17), warga Tasikmalaya, Jawa Barat. Lalu ada WU (17) warga Cilacap. 2 tersangka lainnya adalah RNP (16) warga Cilacap dan MFS (13), warga Cilacap. Tersangka lainnya adalah HRR, MS, YDE, RAS, AZ, FL dan S.
Petugas sangat menyayangkan kejadian ini karena pelaku masih dibawah umur. Seperti 4 pelaku yang masih berusia antara 13, 16 dan 17 tahun.
Namun demikian, Kapolresta menegaskan petugas tidak akan memberikan toleransi atas tindakan kekerasan semacam ini. Apalagi sampai mengakibatkan hilangnya nyawa seseorang.
“Yang seperti ini tidak bisa kita beri toleransi,” katanya. (*)






