JAKARTA – Nama Simon Tahamata tiba-tiba muncul ke permukaan dan akan menjadi calon Direktur Teknis Timnas Indonesia. Dia akan menggantikan posisi Indra Sjafri yang kini merangkap menjadi pelatih Timnas U-20.
Simon Tahamata, merupakan pemain legenda di Ajax Amsterdam. Usai pensiun, dia sempat kembali ke Ajax untuk melatih pemain muda. Namun sekarang, dia sudah berada di Jerman dan melatih muda Shaclke.
Menanggapi isu ini, Justinus Laksana mengakui Simon punya kualitas untuk menjadi seorang Direktur Teknis Timnas Indonesia. Namun dia merasa sangat yakin kalau Simon Tahamata akan menolak keras tawaran ini.
Karena menurutnya, mencari sosok untuk posisi direktur teknis timnas Indonesia tidak gampang. Pertama karena melihat ranking Indonesia yang berada di posisi 127. Kedua, seorang direktur teknis harus tinggal di Indonesia, dan cocok dengan pelatih saat ini.
Selain itu, bagi pelatih yang masih punya pilihan, akan lebih memilih bekerja di Eropa. Dan tentu dengan bayaran yang lebih besar.
“Nyari yang cocok itu susah. Orang kita lupa kalau kita di rank 127,” katanya.
“I guaranteed you, 100 persen dia (Simon Tahamata) ga bakalan mau,” katanya penuh yakin.
Menurutnya, Simon sangat lekat sebagai generasi kedua dari keturunan Ambon yang memilih hijarh ke Belanda. Hingga pandangan politik masih sangat berbau RMS atau Republik Maluku Selatan.
“Gue pernah ketemu Simon. Kalian tahu dimana? Di party RMS,” tegasnya.
Selain Simon, nama Luis van Gaal juga pernah santer diberikan akan menjadi Direktur Teknis Timnas. Namun lagi-lagi, publik tanah air kecewa karena van Gaal memilih tetap berada di Ajax. (*)






