News  

Jalan Nyaris Putus Belum Ada Perbaikan

Titik jalan nyaris putus di Kecamatan Majenang, Cilacap belum ada perbaikan. Tebing jalan ini amblas pada akhir Oktober 2022. (haryadi nuryadin/bercahayanews.com)

CILACAP – Ruas jalan yang nyaris putus dan menjadi penghubung 4 desa di Kecamatan Majenang, Cilacap, masih saja rusak dan belum ada perbaikan. Setidaknya untuk sepanjang 2023 ini, kondisi jalan masih akan tetap sama. Sementara perbaikan paling cepat pada 2024 mendatang.

Jalan kabupaten penghubung 3 desa di Kecamatan Majenang, Cilacap, terancam putus akibat tebing longsor. Titik ini ada di Desa Sepatnunggal dan menjadi penghubung dengan Desa Sadabumi dan Pangadegan.

Informasi dari warga setempat menyebutkan, tebing jalan ini ambruk pada Kamis (27/10/2022) dini hari. Tepatnya jam 2 malam. Lokasinya jalan terancam putus ini ada Dusun Ciawi dengan panjang sekitar 15 meter. Sementara tebing yang runtuh itu nyaris tegak lurus.

Kepala UPT Perawatan Jalan Wilayah Majenang, Ahmad Gozali mengakui, perbaikan jalan yang nyaris putus masuk agenda program tahun 2024.

“Sudah masuk program perbaikan. Tapi di tahun 2024,” katanya, Jumat (17/2/2023).

Menurutnya, perbaikan jalan yang nyaris putus ini secara tekhnis belum memungkinkan terlaksana tahun ini. Faktornya karena pertimbangan tekhnis, yakni tebing jalan masih terus bergerak. Terutama di bagian dasar tebing.

“Bagian bawah masih bergerak. Kalau perbaikan dipaksakan sekarang, akan percuma karena pasti akan ambruk,” katanya.

Saat ini, kerusakan di jalan tersebut memang sudah bertambah parah. Jalan sudah sangat menyempit dan bergelombang. Hal ini membuat kendaraan yang melintas harus ekstra hati-hati. Terutama kendaraan yang membawa muatan berat.

Untuk itu dia meminta agar masyarakat tidak memaksakan diri melintasi titik tersebut. Terutama kendaraan yang bermuatan berat atau melebihi tonase.

“Sementara baru kendaraan truk kecil,” katanya.

Dia menambahkan, jika kendaraan berat masuk maka jalan akan bertambah rusak. Karena beban kendaraan akan menekan lapisan jalan dan juga aspal. Apalagi titik jalan yang nyaris putus ini berada di tanjakan yang cukup terjal.

“Kalau pas menanjak dan bawa beban, tentu akan menekan jalan lebih kuat,” tegasnya. (*)