News  

Jalan Rawan Longsor Akan Dilebarkan

Titik jalan amblas di Desa Bener Kecamatan Majenang, Cilacap akan dilebarkan. Ruas ini rawan amblas karena ada aliran sungai di bawah tebing. (haryadi nuryadin/bercahayanews.com)

CILACAP – Jalan longsor yang ada di Desa Bener Kecamatan Majenang, Cilacap, akhirnya dilebarkan menjauhi tebing. Proses pengerjaannya menggunakan alat berat dan akan mulai dalam waktu dekat. Ruas ini berstatus jalan kabupaten.

Lokasi yang paling sering longsor ada di sebelah utara pertigaan Dusun Cirangkong. Di sisi timur ada dasar jurang dan aliran Sungai Cilopadang. Hingga dusun ini pernah mengalami longsor besar sekitar 10 tahun lalu.

Karena adanya sungai di bawah jalan dan dusun inilah, maka ruas di sana sering mengalami longsor. Selain itu, jalan tersebut melintasi tebing curam dan terjal. Sementara dasar jurang sangat dalam.

Dalam hitungan 5 tahun terakhir, jalan di sana selalu bergerak dan membuat badan jalan terjun bebas ke dasar jurang. Meskipun titik ini selalu mendapatkan perbaikan. Terbaru adalah perbaikan pada akhir 2021 lalu.

Kepala UPT Perawatan Jalan dan Jembatan Wilayah Majenang di Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Kabupaten Cilacap, Ahmad Ghozali mengatakan, jalan longsor ini akan dilebarkan.

“Ya, mulai pekan depan,” katanya, Kamis (15/6/2023).

Dia menjelaskan, pelebaran jalan ini dengan mengeruk tebing selebar 2,5 meter. Sementara panjangnya mencapai 190 meter. Pihaknya akan mengerahkan alat berat untuk mengeruk tebing sekaligus meratakan bagian bawah.

“Pakai alat berat tentunya. Panjang 190 meter dengan lebar 2,5 meter,” kata dia.

Meski tengah dalam pelebaran, dinas tidak sampai menutup ruas tersebut selama jalan dilebarkan. Beda dengan perbaikan jembatan di ruas Wangon-Cilacap yang harus menutup total selama proyek berjalan. Penutupan bahkan selama 1 bulan penuh.

Namun Ghozali meminta agar pemilik truk bisa mengurangi muatan. Seperti truk pembawa kayu, tanah galian dan sejenisnya. Hal ini agar mempermudah proses pekerjaan untuk mengatasi jalan yang sering longsor dan akan dilebarkan itu.

“Kita sudah minta melalui kepala desa, yang warganya punya truk atau kendaraan niaga. Yang bawa kayu ya jangan terlalu penuh. Juga yang biasa lewat bawa tanah galian,” tegasnya. (*)