News  

Jemaah Haji Belum Terima Kartu Nusuk, DPR RI Minta Kemenag untuk Bereskan

Rapat Kerja Timwas Haji DPR bersama Kemenag. Timwas Haji DPR RI sebut belum semua jemaah haji dapat kartu nusuk dan akan menyulitkan mereka. (doc/sekwan dpr ri)

JAKARTA – Kartu nusuk ternyata belum semuanya dibagikan ke seluruh jemaah haji Indonesia. Keterlambatan ini akan menghambat para jemaah haji untuk bisa segera masuk ke Mekkah dan melakukan rangkaian ibadah haji.

Pembagian Kartu nusuk ini menjadi sorotan Tim Pengawas (Timwas) Haji DPR RI saat rapat bersama Kemenag, Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) dan lembaga terkait.

Timwas Haji DPR RI, Cucun Ahmad Syamsurijal mengatakan, kartu nusuk bagi para jemaah haji sangat penting. Hingga dia meminta agar ada evaluasi menyeluruh oleh Kemenag dan Panitia Pelaksanaan Ibadah Haji (PPIH) di Arab Saudi.

Selain masalah Jemaah haji yang belum dapat kartu nusuk, Timwas Haji DPR RI juga menyoroti masalah pemondokan. Pihaknya menemukan masih ada masalah di tiap pemondokan untuk jemaah haji Indonesia. Seperi AC yang mati atau lainnya.

“Kemarin ada masalah di pemondokan. Timwas minta Kemenag sebagai PPIH untuk lakukan evaluasi dan perbaikan. Juga untuk menata ulang hal-hal kemarin,” kata Cucun usai rapat.

Pria yang juga menjabat Wakil Ketua DPR RI tersebut berharap, pembagian kartu nusuk bagi para jemaah haji Indonesia bisa segera rampung.

Selain itu, Timwas Haji DPR RI juga menyoroti masalah transportasi, persiapan Armuzna, catering, transportasi dan kesehatan.

Anggota Timwas Haji DPR RI, Novita Wijayanti mendesak Kemenag memaksimalkan persiapan transportasi jelang puncak ibadah haji. Khususnya dalam penggunaan bus shalawat menuju Arafah, Muzdalifah, dan Mina. Dengan begitu, jemaah haji akan lebih khusyu saat beribadah di 3 tempat penting tersebut.

“Kita masih temukan sejumlah persoalan yang perlu menjadi perhatian serius,” katanya.

“Dan Alhamdulillah, kita merasa concern sekali, sehingga banyak yang sudah melakukan evaluasi,” tegas Novita.

Sebelumnya, Timwas Haji DPR sudah melakukan pemeriksaan ke sejumlah sarana bagi para jemaah haji Indonesia. Mulai dari pemondokan, terminal bus sampai dengan tenda untuk wukuf di Arafah. Timwas Haji DPR RI menemukan banyak masalah yang harus segera dibenahi oleh Kemenag. (*)