CILACAP – Jenasah Darwati, Pekerja Migran Indonesia (PMI) korban kebakaran apartemen di Hongkong, tiba di rumah duka, Rabu (24/12/2025) pagi. Proses pemulangannya setelah Kementerian Luar Negeri bekerja sama dengan Kementerian Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI).
Saat mobil jenasah PMI itu tiba di Desa Padangsari Kecamatan Majenang, Cilacap, sejumlah keluarga tak kuasa menahan tangis. Demikian juga dengan pelayat yang sudah menunggu sejak pagi. Petugas lalu menyerahkan jenasah kepada keluarga dan disaksikan oleh perangkat desa setempat.
Sesaat kemudian, keluarga menggelar upacara pemberangkatan jenasah secara sederhana. Lalu, warga melakukan sholat jenasah sebagai bentuk penghormatan terakhir bagi PMI asal Cilacap itu.
Darwati sendiri meninggalkan 3 orang anak dan satu suami. Dia menjadi salah satu PMI korban kebakaran di apartemen Wang Fuk Court, Tai Po, Hong Kong, pada Minggu (30/11/2025).
Suami Darwati, Eli Cahyono mengaku lega setelah jenasah istrinya kembali ke tanah air. Dia memastikan jenasah dimakamkan di TPU Ciguling.
“Kami bersyukur setelah jenasah istri saya sudah sampai,” kata dia.
Santunan Bagi Ahli Waris
Pejabat Direktorat Kepulangan dan Rehabilitasi KemenP2MI, Fredi Situmorang, mengatakan pemulangan jenazah PMI asal Cilacap dilakukan dengan melibatkan berbagai pihak. Mulai dari Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Hongkong, Kementerian Luar Negeri, serta BPJS Ketenagakerjaan.
“Pada prinsipnya kami berkolaborasi dan berkoordinasi dengan KJRI Hongkong, Kementerian Luar Negeri. Serta seluruh pihak terkait untuk memastikan proses pemulangan jenazah berjalan dengan baik,” kata Fredi.
Selain pemulangan jenazah, KemenP2MI juga memastikan pemenuhan hak-hak PMI yang meninggal dunia. Kementerian memberikan santunan sebesar Rp20 juta kepada keluarga korban. Lalu, BPJS Ketenagakerjaan juga menyalurkan santunan kematian serta manfaat pendidikan bagi anak-anak korban senilai Rp144 juta. Seluruh santunan tersebut sudah diserahkan kepada ahli waris PMI asal Cilacap usai jenasah tiba di rumah duka.
“Kalau kemarin dari kementerian kami, itu juga ada berupa santunan 20 juta rupiah. Kemudian juga dari BPJS Ketenagakerjaan itu ada Rp144 juta ya,” kata Fredi.
Fredi menjelaskan, KemenP2MI telah membagi tim penanganan kepulangan korban ke sejumlah daerah asal. Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia juga secara langsung menerima kepulangan korban di Bandara Soekarno-Hatta.
Berdasarkan data sementara, peristiwa kebakaran di Taipo, Hongkong, berdampak pada sekitar 140 orang warga Indonesia. Dari jumlah tersebut, sebanyak 129 orang selamat, sementara sembilan PMI meninggal dunia. Meski begitu, Fredi mengaku data ini masih bisa berubah sewaktu-waktu melihat perkembangan terkini dari Hongkong. (*)






