News  

Kades Kohod Kaya Mendadak Berkat PIK 2. Kok Bisa?

Tangkapan layar dari google maps memperlihatkan rumah Kades Kohod yang penuh mobil. Kades Kohod kaya mendadak berkat perannya dalam pembebasan lahan untuk PIK 2. (doc/googlempas)

JAKARTA – Kades Kohod, Arsin tiba-tiba kaya mendadak setelah proyek pengembang Pantai Indah Kapuk (PIK) 2, bersatus Proyek Strategis Nasional (PSN). Hingga dia bisa membangun rumah dan punya deretan mobil mewah. Warga bahkan menyebut rumahnya mirip dengan showroom mobil.

Kades Kohod, Arsin terus jadi sorotan publik dan media setelah sempat ribut dengan Menteri ATR BPN, Nusron Wahid. Setelah itu, namanya terus disebut berbagai media karena diduga terlibat dalam penerbitan sertifikat laut yang ilegal.

Terbaru, Bareskrim Polri menggeledah dan menyita sejumlah barang dari rumahnya di Jalan Kalibaru Kohod. Di sana, masih ada mobil mewah milik Arsin dan terpakir di teras samping rumah.

Ketua Ketua Riset dan Advokasi Publik LBH PP Muhammadiyah, Gufroni merinci sumber kekayaan Arsin. Pertama dari aksinya sebagai calo tanah warga. Harga tanah di wilayah proyek PIK 2, rata-rata adalah Rp 50 ribu per meter. Seperti di Desa Mauk, Kronjo, Kohod dan sekitarnya. Namun PT Agung Sedayu Grup membayar Rp 1,5 juta per meter.

“Tanah tersebut dibayar oleh Agung Sedayu Group kepada Ali Hanafi sebesar Rp1.500.000 per meter sedangkan beli ke warga hanya Rp 50 ribu per meter, ada yang Rp 80 ribu dan Rp 100 ribu,” ujar Gufroni saat berbicara di podcast Abraham Samada Speak Up.

Namun, katanya harga dari pengembang untuk lahan siap pakai. Jika memang harus ada pengurugan, maka menjadi tanggungan Arsin. Meski begitu, calo masih tetap punya keuntungan yang bisa mereka bagi sesuai dengan peran masing-masing.

Sumber kedua, berasal dari mengurus sertifikat laut sampai jadi. Total ada 180 bidang yang kemudian ada sertifikat laut. Kades ini menerima Rp 1.500 per meter dari seluruh bidang tersebut.

“Meski cuma seribu lima ratus per meter, tapi jika dikalikan berapa ribu meter, bisa dihitung sudah dapat berapa,” tegasnya.

Dengan begitu, Kades Kohod pantas jadi kaya mendadak. (*)