SERANG – Pemerintah memastikan sembilan pekerja di kawasan industri Cikande, Kabupaten Serang, Banten, terpapar radiasi dari zat radioaktif jenis Cesium-137 (Cs-137). Meski demikian, kondisi mereka kini stabil dan tidak memperlihatkan penurunan yang serius.
Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menegaskan seluruh pekerja dalam kondisi stabil dan tidak menunjukkan gejala gangguan kesehatan.
Kepala Biro Komunikasi Kemenkes, Aji Muhawarman menjelaskan, seluruh pekerja telah menjalani pemeriksaan menyeluruh menggunakan metode whole body counting. Setelah aman, petugas mengijinkan mereka pulang ke rumah masing-masing.
“Semua pekerja dalam kondisi baik tanpa gejala. Mereka sudah diberi obat khusus dan kini kembali bersama keluarga,” ujar Aji.
Para pekerja, lanjut Aji, tidak memerlukan perawatan inap di fasilitas kesehatan. Mereka hanya menjalani pemantauan berkala oleh tim medis.
Menteri Lingkungan Hidup, Hanif Faisol menyatakan, pemerintah menangani insiden radiasi Cikande secara cepat dan serius. Ia memastikan seluruh petugas medis dan teknis telah melakukan langkah mitigasi untuk menekan dampak paparan radioaktif.
“Kami bersyukur semua pihak bertindak cepat. Para pekerja tetap berada di bawah pengawasan Kemenkes meski sudah kembali ke rumah,” kata Hanif.
Hanif juga mengungkapkan, level radiasi di salah satu titik kawasan industri Cikande mencapai 33.000 mikrosievert per jam. Ini menandakan tingkat radiasi di kawasan industri Cikande ini 875.000 kali lebih tinggi dari ambang radiasi alamiah. Temuan ini sekaligus menjadi peringatan serius bagi keselamatan manusia dan lingkungan sekitar.
Meski para korban sudah pulang, pemerintah tetap menaikkan status kasus pencemaran radioaktif di Cikande ke tahap penyidikan. Penyidikan tersebut untuk mengungkap sumber sekaligus penyebab kebocoran bahan radioaktif Cesium-137 tersebut. (*)






