News  

Kawasan Puncak dan Bogor Tergenang Banjir. 1 Orang Hilang Karena Hanyut

Tangkapan layar banjir di kawasan video di akun instagram @bogor_update. Kawasan Puncak Bogor tergenang banjir pada Minggu (2/3/2025) malam. 1 orang dinyatakan hanyut dan beberapa jembatan putus. (doc/instagram @bogor_update)

BOGOR – Hujan deras yang mengguyur kawasan Puncak, Bogor, sejak Minggu (2/3) malam mengakibatkan banjir di beberapa wilayah, termasuk Kecamatan Cisarua. Luapan sungai merendam pemukiman warga dan menimbulkan berbagai dampak.

Selain merendam rumah, banjir juga menghambat lalu lintas di Jalan Raya Puncak. Banyak kendaraan terjebak akibat genangan air yang cukup tinggi di beberapa titik. Sejumlah pengendara terpaksa mencari jalur alternatif atau menepi hingga kondisi membaik.

Selain mengakibatkan banjir, hujan deras di kawasan Puncak dan Bogor juga menyebabkan beberapa jembatan ambruk atau terputus. Akibatnya, akses antarwilayah terganggu dan warga kesulitan beraktivitas.

Akun Instagram @bogor_update melaporkan bahwa banjir melanda kawasan Puncak dan Bogor setelah hujan deras turun dalam waktu lama.

“Banjir Longsor melanda kawasan Puncak, Bogor, pada Senin (3/3) dini hari akibat hujan deras yang mengguyur sejak Minggu sore. Material longsor menutupi sebagian badan Jalan Raya Puncak, menyebabkan kemacetan panjang,” tulis admin akun tersebut.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bogor melaporkan bahwa hujan deras menyebabkan banjir dan longsor di berbagai wilayah. Sebanyak 28 desa di 16 kecamatan terdampak bencana tersebut.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Bogor, M. Adam Hamdani, menyebut hujan deras yang berlangsung lama menyebabkan debit sungai meningkat drastis.

“Banjir melanda tujuh kecamatan dan longsor terjadi di delapan kecamatan,” ujarnya.

Selain itu, Adam memastikan bahwa satu orang hanyut di Kecamatan Cisarua, Desa Citeko. Ia mengimbau warga agar tetap waspada dan mengikuti arahan pemerintah serta instansi terkait guna menghindari risiko lebih besar.

Banjir di Bogor ini, kemudian mengalir deras ke Jakarta dan mengakibatkan kejadian serupa. Warga Jakarta kerap menyebut dengan isitilah banjir kiriman. (*)