News  

Kebakaran di Pabrik Kayu Berhasil Dipadamkan

Petugas Damkar Cilacap tengah melakukan pemadaman kebakaran di pabrik kayu PT WBI, Rabu (27/4/2022). Api berhasil dipadamkan pada Rabu malam, pukul 19.20. (doc)

CILACAP – Kebakaran di pabrik kayu milik PT WBI di Desa Panulisan Kecamatan Dayeuhluhur, Cilacap berhasil dipadamkan petugas Pemadam Kebakaran gabungan. Api ini sudah benar-benar padam sekitar pukul 19.20, Rabu (27/4/2022) malam. Artinya petugas harus bekerja keras selama sekitar 6 jam untuk bisa mengalahkan si jago merah.

Pabrik kayu milik PT Waroeng Batok Industry (WBI) di Desa Panulisan Kecamatan Dayeuhluhur, Cilacap, terbakar, Rabu (27/4/2022). Api diperkirakan dari tumpukan serbuk yang ada di dekat boiller.

WBI merupakan pabrik kayu olahan di Kabupaten Cilacap dan berorientasi eksport. Saat ini ada ribuan karyawan yang bekerja di sana.

Saksi mata mengatakan, api mulai terlihat sekitar jam 13.00 usai karyawan selesai istirahat. Semula hanya bagian serbuk di pabrik kayu itu yang terbakar. Api kemudian bertambah besar besar karena tiupan angin kencang dan panas terik di lokasi pabrik tersebut. Selain itu, api juga merambah ke tumpukan kayu sisa olahan yang ada di dekat api.

Kepala UPT Pemadam Kebakaran di Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Cilacap, Supriyadi memastikan, kebakaran di pabrik kayu sudah berhasil dipadamkan. Ada 3 unit pemadam dan 2 armada pendukung yang bekerja memadamkan api di pabrik tersebut.

“Pukul 19.20, api sudah padam,” kata dia.

Dia menambahkan, api bersumber dari filter oven pemanas yang menimbulkan percikan api. Api ini kemudian merambah ke tumpukan serbuk dan menyebar ke kayu sisa olahan.

“Penyebab dari filter oven pemanas,” katanya.

Dia memastikan, tidak ada korban jiwa atas kejadian tersebut. Sementara kerugian akibat kejadian tersebut masih dalam penghitungan manajemen PT WBI.

Camat Dayeuhluhur, Aji Pramono menambahkan, lokasi kebakaran berada di bagian belakang pabrik dan tidak terlalu mengganggu proses produksi. Hal ini membuat proses pemadaman tidak banyak mengalami hambatan.

“Api tidak merambah ke tempat lain karena berada di bagian belakang pabrik,” ujar Aji. (*)

Editor: haryadi nuryadin