News  

Kereta Pasca Gempa Bekasi, KAI Hentikan Sementara 18 Perjalanan

ilustrasi

BEKASI – PT Kereta Api Indonesia (KAI) menghentikan sementara 18 perjalanan kereta pasca gempa yang mengguncang Bekasi berkekuatan magnitudo 4,9 Rabu (20/8/2025) pukul 19.54 WIB.

 Berdasarkan analisis menyebutkan, pusat gempa berada di darat pada koordinat 6.48 LS dan 107.24 BT atau sekitar 14 kilometer tenggara Kabupaten Bekasi, dengan kedalaman 10 kilometer.

Hampir sebagian besar masyarakat Jakarta merasakan guncangan selama 1–4 detik. Banyak warga berhamburan keluar rumah dan gedung-gedung tinggi untuk menyelamatkan diri. 

Guncangan dengan intensitas sedang hingga kuat melanda Kota Depok, Kota dan Kabupaten Bekasi. Demikian juga dengan Kota dan Kabupaten Bogor, Kabupaten Karawang hingga Kabupaten Purwakarta.

Pasca gempa ini, KAI langsung mengerahkan petugas untuk memeriksa rel, prasarana, dan sistem persinyalan guna memastikan jalur kereta aman. Selama proses pengecekan, sejumlah kereta api jarak jauh maupun commuter line harus berhenti baik di stasiun maupun di lintasan.

“Keselamatan adalah prioritas utama kami. Karena itu, operasional kereta pasca gempa Bekasi dihentikan sementara sampai seluruh pemeriksaan selesai dan dinyatakan aman,” ujar Vice President Public Relations KAI Anne Purba dalam keterangan tertulis.

Setelah pemeriksaan rampung dan jalur dinyatakan aman, perjalanan kereta pasca gempa Bekasi di lintas Timur Jakarta kembali normal pada pukul 20.32 WIB. Namun, pengecekan di wilayah Daop 2 Bandung dan Daop 3 Cirebon masih berlangsung untuk memastikan jalur benar-benar aman.

“KAI menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan ini. Keputusan menghentikan sementara operasional kereta pasca gempa Bekasi merupakan langkah preventif demi keselamatan seluruh penumpang,” tegas Anne.

Dengan langkah cepat ini, KAI memastikan operasional kereta pasca gempa Bekasi tetap mengutamakan keamanan dan keselamatan para penumpang. (*)