religi  

Kesabaran dalam Rumah Tangga: Ibrah dari Film Sore: Istri dari Masa Depan

Kutipan dari film Sore: Istri dari Masa Depan ini menggambarkan dengan indah makna kesabaran dalam rumah tangga. (doc/nu online)

JAKARTA – “Tahu enggak, kenapa senja itu menyenangkan? Kadang ia merah merekah bahagia, kadang ia gelap berduka. Tapi langit, selalu menerima senja apa adanya.” Kutipan dari film Sore: Istri dari Masa Depan ini menggambarkan dengan indah makna kesabaran dalam rumah tangga. Dalam film tersebut, Sore datang dari masa depan dengan satu tujuan: memperbaiki kebiasaan buruk Jonathan, suaminya, yang kecanduan alkohol dan rokok. Ia percaya bahwa kesabaran dalam rumah tangga bisa menjadi jalan untuk mengubah takdir buruk yang akan menimpa suaminya.

Menghadapi Keputusasaan dan Tetap Sabar

Dengan penuh kesabaran dalam rumah tangga, Sore berusaha mengubah kebiasaan buruk Jonathan meskipun berkali-kali menghadapi penolakan. Ia bahkan sempat menyerah dan memilih bekerja di butik milik Pak Marko daripada terus memaksa Jonathan berubah. Namun, ia tidak membiarkan rasa putus asa menguasainya. Ia tetap mempertahankan kesabaran dalam rumah tangga sebagai prinsip dalam menghadapi konflik.

Pencerahan dan Pendekatan Baru

Saat Sore tidak sengaja bertemu kembali dengan Jonathan di butik tempatnya bekerja, Pak Marko memberikan nasihat bijak bahwa manusia bisa berubah, asal perubahan itu berasal dari dalam diri. Mendengar itu, Sore menguatkan kembali tekadnya dan mengubah pendekatannya. Ia tidak lagi memaksa, tapi menggunakan pendekatan yang lebih lembut dan penuh pengertian. Kesabaran dalam rumah tangga inilah yang menggerakkan Sore untuk terus bertahan dan mencoba cara baru.

Perubahan yang Tumbuh dari Kesabaran

Usaha Sore yang luar biasa bukan sekadar soal larangan atau tekanan, tapi soal penerimaan dan keikhlasan. Jonathan mulai berubah bukan karena Sore melarang atau mengatur secara keras, tetapi karena Sore menunjukkan kesabaran dalam rumah tangga yang tulus dan panjang. Kesabaran ini membuka jalan bagi Jonathan untuk menemukan keinginan berubah dari dalam hatinya sendiri.

Kesabaran dan Ridha dalam Pandangan Islam

Dalam Islam, kesabaran dalam rumah tangga sejalan dengan nilai ridha terhadap takdir Allah. Sayyid Abdullah Al-Haddad menjelaskan bahwa ridha terhadap qadha dapat menghindarkan manusia dari sikap membangkang dan tetap membuka ruang untuk berusaha. Sama seperti Sore, yang terus berikhtiar sembari menerima jalan hidup yang Allah tetapkan untuknya dan Jonathan, dengan kesabaran yang ia tanamkan dalam rumah tangga mereka.

Kesabaran Tidak Menghapus Ikhtiar

Kiai Ahmad Ghazali menjelaskan bahwa meskipun Allah menetapkan kondisi tertentu seperti kemiskinan atau kebodohan, manusia tetap harus berusaha mengubahnya. Seperti Sore yang terus menumbuhkan harapan agar Jonathan bisa berubah, ia tidak hanya berserah diri, tapi juga bertindak. Kesabaran dalam rumah tangga bukan berarti pasif, tetapi aktif memperjuangkan kebaikan bagi pasangan.

Kebiasaan Buruk Bisa Dihapuskan

Kebiasaan buruk memang bisa berubah jika seseorang menanamkan kebiasaan baik secara terus-menerus. Dalam rumah tangga, pasangan perlu melatih diri agar terbiasa dengan hal-hal yang positif. Sore berhasil membuktikan bahwa kesabaran dalam rumah tangga mampu menghapuskan kebiasaan buruk Jonathan, karena ia menanamkan kebiasaan cinta, perhatian, dan pengertian yang konsisten.

Ridha Setelah Ikhtiar: Jalan Terbaik

Ketika semua usaha sudah dilakukan dan hasil belum tampak, maka menerima dengan ridha adalah pilihan terbaik. Kesabaran dalam rumah tangga menuntun Sore untuk berserah kepada Allah setelah melalui banyak jalan ikhtiar. Dan akhirnya, Allah sendiri yang membimbing Jonathan menuju perubahan. Sore menjadi contoh nyata bahwa kesabaran yang konsisten mendatangkan hasil yang di luar dugaan.

Pahala Kesabaran dalam Hadits Nabi

Film ini mengangkat pentingnya kesabaran dalam rumah tangga melalui kisah Sore dan Jonathan. Sebuah hadits dalam Ihya’ Ulumuddin menyatakan bahwa suami atau istri yang bersabar atas keburukan pasangannya akan mendapatkan pahala yang besar. Sore layak mendapatkan ganjaran besar karena ia tidak hanya bersabar, tetapi juga berperan aktif dalam memperbaiki akhlak suaminya.

Penerimaan sebagai Wujud Kesabaran

Lebih jauh lagi, kesabaran dalam rumah tangga perlu diiringi dengan penerimaan terhadap kondisi pasangan. Tidak ada pasangan yang sempurna. Sore menerima kekurangan Jonathan tanpa menuntut berlebihan. Ia menyadari bahwa saling menutupi kekurangan adalah fondasi rumah tangga yang kokoh. Dengan kesabaran, ia membangun cinta tanpa syarat.

Wanita Surga: Sabar dan Menerima

Hadits Nabi SAW juga menyebut bahwa wanita yang penyabar dan menerima kondisi suaminya termasuk golongan wanita surga. Kesabaran dalam rumah tangga menjadi sifat mulia yang Allah cintai. Sore mencerminkan sifat ini dengan kuat ia tidak hanya diam menerima, tapi tetap berikhtiar dengan sabar agar rumah tangganya tetap utuh dan membawa keberkahan.

Akhirnya, film ini menyampaikan pesan bahwa perubahan itu mungkin terjadi jika didasari oleh kesabaran dalam rumah tangga, usaha yang konsisten, dan penerimaan terhadap kekurangan pasangan. Melalui karakter Sore, penonton belajar bahwa membina rumah tangga butuh ketulusan, tidak egois, dan terus memperbaiki diri bersama. (*)