Ketum Ojol Sikapi Pertemuan Wapres Gibran: Mereka Tak Mewakili Pengemudi

Ketum Ojol Sikapi Pertemuan Wapres Gibran: Mereka Tak Mewakili Pengemudi. (doc)

JAKARTA – Ketua Umum Asosiasi Pengemudi Ojek Online Garda Indonesia, Raden Igun Wicaksono, menyayangkan langkah sejumlah pengemudi ojol bertemu Wapres Gibran Rakabuming Raka. Menurutnya, pertemuan itu tidak mewakili banyak pengemudi yang kehidupannya masih memprihatinkan. Banyak driver bekerja lebih dari 14 jam per hari, namun upah mereka tetap rendah. Sikapi pertemuan Wapres Gibran, Raden menilai kelompok tersebut adalah pesanan aplikator.

Sikapi pertemuan Wapres Gibran, Raden menegaskan bahwa kondisi ekonomi pengemudi ojol saat ini sangat sulit. “Jam kerja kami di atas 14 jam dan pemotongan pendapatan mencapai 20-50 persen,” ujar Raden, Selasa (2/9/2025). Pertemuan itu berlangsung di Istana Wakil Presiden saat demonstrasi besar di Jakarta, dan segera menjadi polemik di media sosial.

Sikapi pertemuan Wapres Gibran, Raden menekankan bahwa kelompok yang hadir bukan bagian dari asosiasi atau kelompok yang memperjuangkan hak pengemudi melawan aplikator. Garda kini fokus menuntut pemotongan biaya aplikasi 10 persen yang masih mendapat perlawanan dari korporat aplikator. “Kami mempertanyakan keberpihakan Wapres, apakah prorakyat atau propebisnis sehingga lebih menyerap aspirasi korporat,” ucap Raden.

Pertemuan Wapres Gibran, Raden menegaskan bahwa jika Wapres benar prorakyat, ia seharusnya membela driver ojol dan menolak kebijakan yang dikendalikan korporat aplikator, yang dikenal sebagai vendor-driven policy. Garda menekankan bahwa aspirasi pengemudi ojol harus tetap menjadi prioritas utama pemerintah. (*)