religi  

Keutamaan Menyantuni Anak Yatim dalam Islam

Ilustrasi

JAKARTA – Nabi Muhammad saw. telah memberikan jaminan kepada siapa pun yang menyantuni anak yatim, bahwa mereka akan mendapatkan tempat dan kedudukan tinggi di sisinya kelak.

Saya memuji Allah SWT yang telah memberikan berbagai kenikmatan kepada kita sehingga kita bisa hadir dan menunaikan ibadah salat Jumat. Kita harus memanfaatkan semua nikmat itu untuk melaksanakan syariat-Nya, termasuk menjalankan amal utama, yaitu menyantuni anak yatim.

Saya mengajak jamaah untuk bersama-sama bershalawat dan mengucapkan salam kepada Nabi Muhammad saw., keluarganya, sahabatnya, dan seluruh umatnya. Kita bisa memperkuat kecintaan kepada beliau dengan meneladani sikapnya yang sangat peduli dan gemar menyantuni anak yatim.

Pada hari Jumat yang penuh berkah ini, saya mengajak seluruh jamaah untuk meningkatkan ketakwaan dengan cara menaati semua perintah Allah dan menjauhi segala larangan-Nya. Salah satu bentuk ketaatan itu adalah mengikuti sunnah Nabi, salah satunya yaitu menyantuni anak yatim dengan kasih sayang.

Nabi Muhammad saw. telah bersabda bahwa orang yang menyantuni anak yatim akan mendapatkan kedudukan yang sangat dekat dengannya di surga. Beliau menggambarkan kedekatan itu dengan menunjukkan dua jarinya yang berdekatan.

kepedulian sosial

Saya ingin menegaskan bahwa menyantuni anak yatim bukan hanya menunjukkan kepedulian sosial, tetapi juga merupakan bentuk penghambaan sejati kepada Allah SWT. Dalam Al-Qur’an, Allah memerintahkan kita menyembah-Nya tanpa menyekutukan-Nya, sekaligus memerintahkan kita berbuat baik kepada anak yatim.

Imam Fakhruddin Ar-Razi dalam tafsirnya menjelaskan bahwa anak yatim adalah anak kecil yang belum baligh dan tidak memiliki orang tua untuk mencukupi kebutuhannya. Oleh karena itu, saya mengajak jamaah untuk menyantuni anak yatim, karena mereka sangat rentan dan membutuhkan uluran tangan kita.

Ibnu Abbas meriwayatkan bahwa kita harus memperlakukan anak yatim dengan lembut, mendidik mereka, dan mengusap kepala mereka dengan kasih sayang. Jika kita menjadi wali mereka, maka kita wajib menjaga harta dan hak mereka dengan sungguh-sungguh, sebagai bentuk tanggung j

Peran penting dalam memperkuat hubungan sosial Allah memerintahkan kita untuk saling tolong-menolong dalam kebaikan dan ketakwaan. Dengan menyantuni anak yatim, kita telah mengamalkan perintah tersebut secara nyata.

Allah memberi peringatan keras kepada orang-orang yang berbuat zalim terhadap anak yatim, termasuk yang memakan harta mereka secara tidak sah. Sebaliknya, Allah akan memuliakan orang yang menjaga amanah dengan tulus serta melindungi hak-haknya.

Saya mengajak jamaah untuk menyadari bahwa dengan menyantuni mereka, kita sedang menanamkan kebaikan bagi diri sendiri dan masyarakat. Allah akan membalas setiap kebaikan itu dengan kedekatan bersama Rasulullah dan tempat mulia di sisi-Nya bagi siapa pun yang ikhlas menyantuni anak yatim. (*)