News  

Kholid, Nelayan Kronjo Sebut PSN Tapi Sengsarakan Rakyat

Kholid, nelayan asal Kronjo, Tangerang yang jadi sosok perlawanan terhadap status PSN. Dia melihat PSN justru menyengsarakan rakyat. (doc)

JAKARTA – Sosok Kholid, nelayan Kronjo yang terdampak pagar laut mengaku selama ini sangat menderita. Apalagi saat muncul sebuah keputusan bernama Proyek Strategis Nasional atau PSN di pesisir Tangerang.

Dari keputusan ini, dia sudah merasa sangat ragu. Pertama karena dia menuding, PSN ini bersinggungan dengan pengembang Agung Sedayu Grup yang tengah membangun PIK 2. Dia melihat, pengembang ini justru telah merusak lingkungan, dengan memagari laut Tangerang.

“Kenapa, PSN ini nempel ke perusahaan yang merusak lingkungan, mengganggu nelayan,” kata dia di kanal youtube Ombudsman RI.

Kholid mengaku, saat awal pemagaran laut terjadi, nelayan di Kronjo dan sekitarnya, malah menjadi korban. Karena akses melaut menjadi sangat terganggu. Sementara ada nelayan yang hanya bisa berada di dekat bibir pantai karena hanya bermodalkan kapal kecil.

“Kapal kecil ini tidak bisa ke tengah. Hanya di pinggir. Tapi pinggiran ini sudah di pagari,” katanya.

Menurutnya, status PSN di sana juga patut jadi pertanyaan semua pihak. Karena manfaatnya justru tidak kepada warga atau nelayan setempat. Justru lebih menguntungkan pengusaha.

“Kalau ngomong nasional, tentu ngomong (kesejahteraan) rakyat. Tapi ini malah menyengsarakan rakyat. Lalu, strategisnya dimana?,” tanya dia.

Sementara itu, KKP memutuskan untuk membongkar pagar laut di Tangerang karena tidak berijin. Pembongkaran melibatkan banyak pihak seperti TNI AL, Bakamla, Polairud dan lainnya. Termasuk para nelayan setempat. Sebelum pembongkaran dimulai, nelayan sudah berkumpul di lokasi. Begitu ada tanda, mereka langsung bergerak ke laut, mengikuti kapal milik KKP ataupun TNI AL. (*)