News  

KM Alviano Mati Mesin, Nelayan Terkatung-katung di Laut

Petugas Basarnas berhasil temukan dan evakuasi ABK KM Alviano. Mesin KM Alviano tiba-tiba mati dan membuat nelayan terkatung-katung di laut. (doc)

CILACAP – 9 nelayan asal Cilacap, terkatung-katung di laut lepas selama 3 hari. Penyebabnya karena mesin kapal KM Alviano, tiba-tiba mati saat mereka sudah berangkat melaut. Posisi terakhir mereka berada di barat Nusakambangan, kurang lebih 20 Notical Mile (NM) dari pusat kota Cilacap.

Para nelayan ini berangkat dari Cilacap pada Minggu (3/9/2023) dengan membawa 9 ABK. Tujuan utama adalah mencari ikan di laut lepas.

Namun pada Senin (4/9/2023) malam, sekitar pukul 22.30 salah satu ABK menghubungi keluarga dan mengabarkan mesin kapal dan radio mati. Keluarga lantas menhubungi Basarnas Cilacap.

Mendapati laporan ini, petugas Basarnas Cilacap memeriksa prediksi arus. Mereka mendapati kalau lokasi nelayan yang terkatung-katung di atas KM Alviano masuk wilayah kerja Basarnas Bandung. Laporan ini langsung dilayangkan ke Bandung.

Tim Rescue Basarnas Cilacap juga turun berangkat untuk membantu tim Basarnas Bandung. Personil asal Cilacap mengerahkan RIB 05 guna mengevakuasi 9 nelayan yang terkatung-katung di Samudera Hindia.

Priyo Prayudha Utama Kepala Subseksi Operasi dan Siaga Basarnas Cilacap, Priyo Prayudha Utama mengatakan, petugas akhirnya bisa menemukan lokasi KM Alviano. Seluruh ABK sebanyak 9 orang dalam kondisi selamat. Petugas sudah bisa mendekati lokasi KM Avliano pada Selasa, sekitar pukul 11.25.

“5 orang ABK dapat kita evakuasi menuju Pelabun Sleko,” katanya dalam siaran pers.

Dia menambahkan, 4 orang ABK lainnya tetap tinggal di kapal. Mereka masih menunggu bantuan dari pemilik kapal yang mengirimkan teknisi untuk menarik KM Alviano.

ABK yang tetap berada di atas KM Alviano adalah Hasan Al Kahtiri, Adi, Muhammali R, dan Denni Donal. Sementara Fardhan, Supriyanto, Supriyanto, Tino, Muhammad Raksanjani ikut kapal penyelamat dan kembali ke pelabuhan Cilacap. (*)