SIDOARJO – Jumlah korban meninggal Al-Khoziny terus bertambah seiring berlanjutnya proses pencarian di lokasi runtuhnya bangunan Pondok Pesantren (Ponpes) Al-Khoziny, Kabupaten Sidoarjo. Hingga Senin (6/10/2025) malam, tim SAR gabungan berhasil menemukan 12 korban tambahan dari bawah reruntuhan bangunan.
Dengan penemuan terbaru itu, total korban dalam insiden tersebut mencapai 170 orang. Sebanyak 104 korban berhasil diselamatkan. Sementara korban meninggal dunia mencapai 66 orang. Termasuk tujuh korban yang kondisi tubuhnya tidak utuh lagi.
Kepala Kantor SAR Surabaya sekaligus On Scene Coordinator (OSC), Nanang Sigit P.H. menjelaskan, proses pencarian pada hari kedelapan berjalan sangat menantang. Sejumlah korban tertimbun di bawah material berat, sehingga tim harus bekerja ekstra hati-hati.
“Tim SAR harus memecah dan memindahkan puing-puing besar menggunakan breaker dan excavator. Kami juga sempat mengangkat bagian reruntuhan dengan crane, namun upaya itu belum berhasil karena beban material terlalu berat,” kata Nanang.
Proses evakuasi korban meninggal Al-Khoziny berlangsung sejak pagi hingga malam hari. Tim berhasil mengevakuasi korban secara berurutan mulai pukul 03.35 WIB hingga 18.34 WIB dengan menggunakan kombinasi alat berat dan metode manual.
Selama proses tersebut, tim SAR menggunakan peralatan ekstrikasi untuk memotong besi serta mengangkat material bangunan yang menimpa korban. Pengerahan alat berat secara bergantian dengan evakuasi manual guna memastikan keselamatan petugas di lapangan.
“Kami melakukan pergantian antara alat berat dan evakuasi manual. Keselamatan petugas menjadi prioritas utama,” ujar Nanang.
Seluruh jenazah korban meninggal Al-Khoziny kemudian dibawa ke RS Bhayangkara Surabaya untuk proses identifikasi oleh Tim DVI Polda Jawa Timur. (*)






