CILACAP – FF, korban perundungan, masih alami trauma pasca kejadian pada 26 September 2023. Sampai saat ini, siswa salah satu SMP di Cimanggu, Cilacap yang menjadi korban perundungan masih tetap berada di rumah. Dia belum sekalipun masuk sekolah usai kejadian tersebut.
Penanganan perundungan yang membuat korban trauma, kini sudah masuk ke Kejaksaan Negeri. Berkas dari penyidik masih dalam tahap pemeriksaan Jaksa.
Sementara penanganan korban, melibatkan beberapa pihak. Tujuannya memberikan trauma healing untuk memulihkan psikologi korban.
Kepala SMP tempat korban belajar, Wuri Handayani memastikan korban masih jalani pendampingan dan trauma healing.
“Dia masih ada pendampingan untuk trauma healing. Sampai hari ini belum masuk sekolah,” ujarnya, Selasa (10/10/2023).
Dia mengatakan, sekolah belum mengetahui secara pasti korban perundungan ini pulih dari trauma. Karena proses ini melibatkan banyak. Mulai dari Polresta Cilacap, lembaga terkait dan Dinas Pendidikan.
“Kita masih menunggu karena anak ini masih dalam proses pendampingan,” katanya.
Wuri menambahkan, pihak keluarga juga masih fokus pada proses trauma healing untuk kesembuhan FF. Dan pihak keluarga juga belum bisa memastikan kapan FF akan kembali masuk sekolah.
Dan untuk mendukung trauma healing, sekolah secara rutin memantau FF dengan melakukan home visit. Sekolah mengirimkan guru, wali kelas dan guru BK untuk datang ke rumah korban secara bergantian.
“Kondisi terakhir kemarin anak sudah jauh lebih ceria. Juga tidak mengeluhkan rasa sakit,” tambah Humas SMP, Toto Prawoto.
Kasus perundungan ini viral setelah video beredar luas di media sosial. Aksi tersebut memaksa petugas Polresta Cilacap mengamankan 2 pelaku dan kemudian berstatus tersangka. Sementara korban harus mendapatkan perawatan intensif di RSUD Majenang dan sempat dirujuk ke RS Margono karena kondisinya sempat memburuk. (*)






