JAKARTA – Mantan Menko Polhukam, Mahfud MD merasa yakin kalau KPK dalam waktu dekat akan segera umumkan nama-nama tersangka yang terlibat kasus korupsi kuota haji. Keyakinan ini berdasarkan pengamatannya terhadap langkah penyidik KPK selama ini. Termasuk adanya barang bukti yang sudah ada di tangan penyidik.
KPK sendiri masih terus mengusut kasus korupsi terkait tambahan kuota haji dari Kerajaan Arab Saudi. Penyidik KPK menyebut, taksiran awal kerugian negara akibat skandal ini mencapai lebih dari Rp1 triliun. Bersamaan dengan itu, KPK langsung menerbitkan surat pencegahan bepergian ke luar negeri untuk tiga orang. Termasuk untuk mantan Menag Yaqut Cholil Qoumas.
Mahfud MD mengaku yakin kalau dalam waktu dekat akan ada pengumuman dari KPK tentang nama para tersangka. Ini dia ungkapkan di kanal youtube miliknya.
“Jika tidak ada intervensi, nampaknya dalam waktu dekat akan ada penetapan tersangka. Melihat langkah-langkah dan capaian yang diperoleh KPK dalam kasus ini,” katanya.
Dia melihat, langkah KPK dengan meminta keterangan sejumlah pihak sudah menjadi bukti kuat. Lalu ada kerja sama dengan PPATK untuk menggali aliran dana. Demikian juga dengan pemanggilan terhadap sejumlah pengusaha travel.
Demikian juga dengan bukti dari Koordinator Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) Boyamin Saiman.
“Dan bukti-bukti dari oleh Boyamin Saiman. Banyak istri pejabat yang ikut dalam rombongan itu yang diduga kuat itu menggunakan fasilitas. Tidak bayar tapi dimanipulasi seakan-akan bayar. Itu ada fotonya,” katanya.
Mahfud juga mengungkap ada beberapa pejabat yang rangkap jabatan. Dia mencontohkan amirull haj sekaligus menjadi pengawas di hari yang sama. Dan mereka mendapatkan 2 honor sekaligus.
“Bukan hanya menteri, tapi ada pejabat lain,” tegasnya. (*)






