News  

Kota Padang Panjang Masih Terisolasi Usai Longsor, Pemkot Intensif Buka Akses Utama

Tugu batas Kota Padang Panjang pasca banjir longsor. Kota Padang Panjang masih terisolasi hingga menghambat pengiriman bantuan. (doc/instagram)

PADANG – Kota Padang Panjang, Sumatra Barat, hingga kini masih terisolasi akibat longsor yang memutus jalur nasional serta merusak sejumlah akses vital. Pemerintah pusat dan daerah masih terus berupaya untuk membuka akses jalan yang tertimbun material tanah.

Wakil Wali Kota Padang Panjang, Allex Saputra mengatakan, wilayah ini masih terisolasi dan menjadi tantangan terbesar dalam penanganan bencana di wilayahnya.

“Perlu perhatian penuh dari pemerintah pusat karena hampir seluruh kabupaten dan kota di Sumbar terdampak, termasuk Padang Panjang yang kini terputus dari jalur utamanya,” ujar Allex, Kamis (4/12/2025).

Longsor yang menerjang jalur nasional menyebabkan akses utama ke Padang Panjang tertutup total. Hal ini membuat Padang Panjang masih terisolasi dan menyulitkan warga. Selain itu, kerusakan berat juga terjadi di jalan lingkar selatan dekat Islamic Center, bersama sejumlah rumah warga yang ikut terdampak. Kondisi ini membuat mobilitas masyarakat dan distribusi bantuan menjadi terhambat.

Pemkot Padang Panjang bersama TNI, Polri, Basarnas, dan relawan terus bekerja membuka kembali jalur yang tertutup material longsor.

Allex menyebut perbaikan jalan yang rusak berat memerlukan dukungan besar, sehingga bantuan pemerintah pusat sangat diharapkan untuk mempercepat pemulihan.

“Saat ini prioritas kami adalah memulihkan akses. Begitu jalan kembali terbuka, aktivitas warga bisa berangsur normal,” jelasnya.

Walaupun jalur utama terputus, Padang Panjang tetap dapat dijangkau melalui rute alternatif Sitinjau Lauik dari arah Solok. Kendati arus lalu lintas meningkat, arus logistik masih dapat masuk, dan Pemkot memastikan ketersediaan kebutuhan pokok tetap terjaga.

Di tengah kondisi Padang Panjang yang masih terisolasi, upaya pencarian korban terus berlangsung. Basarnas bersama personil dari berbagai unsur, terus melakukan pencarian. Saat ini ada dua lokasi pengungsian, yakni di Islamic Center Padang Panjang Timur dan Kantor Lurah Silaing Bawah.

“Kami juga menyiapkan trauma healing agar masyarakat, terutama anak-anak, bisa merasa aman kembali,” ungkap Allex. (*)