News  

Larangan Lato-lato Mulai Efektif

RSUD Majenang memasang banner berisi larangan membawa lato-lato ke dalam rumah sakit. Larangan ini mulai memperlihatkan efektifitasnya. (haryadi nuryadin/bercahayanews.com)

CILACAP – Larangan lato-lato di dalam lingkungan RSUD Majenang, setelah efektif berlaku sejak 10 Januari 2023. Aturan ini mulai memperlihatkan efek positif dengan tidak ada lagi pembesuk atau pasien anak yang membawa lato-lato.

Manajemen RSUD Majenang larang lato-lato masuk ke lingkungan rumah sakit pemerintah itu. Alasannya, suara lato-lato saat dimainkan akan mengganggu ketenangan pasien. Sebut saja pasien sakit gigi yang pasti akan terganggu jika ada yang memainkan lato-lato di dalam rumah sakit.

Untuk mempertegas larangan ini, manajemen memasang banner di sejumlah titik yang mudah terlihat pengunjung. Banner serupa dalam format digital terlebih dahulu tersebar di media sosial.

Humas RSUD Majenang, Fadil Sayekti mengatakan, larangan lato-lato mulai menunjukkan efektifitasnya. Ini setelah sekitar 2 pekan aturan ini berlaku bagi pasien, pembesuk maupun keluarga pasien.

Sebelum ada aturan ini, pasien atau keluarga kerap masuk dan memainkan lato-lato di lingkungan rumah sakit.

“Kalau kemarin-kemarin banyak yang main lato-lato di dalam (RSUD Majenang),” katanya, Sabtu (21/1/2023).

Menurutnya, pembesuk yang masuk membawa lato-lato terus berkurang sejak ada larangan itu. Dan hingga beberapa terakhir, nyaris tidak ada lagi yang nekat masuk membawa lato-lato ke rumah sakit.

“Sekarang paling tinggal satu dua yang bawa,” katanya.

Dan selama pemberlakukan terhadap larangan lato-lato itu, petugas keamanan RSUD Majenang selalu mengambil langkah. Yakni dengan mengingatkan pembesuk maupun keluarga pasien agar tidak membawa masuk mainan viral itu.

“Satpam pasti menegur kalau ada yang membawa masuk lato-lato,” katanya. (*)